UP TO YOU FOR LOVE!

UP TO YOU FOR LOVE!

  • WpView
    Membaca 351
  • WpVote
    Vote 376
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jan 22, 2022
"Balikin Tas Aku kak!" Menjinjit dan mencoba meraih tas kesayangan nya itu. "Ambil aja kalau bisa, hahaha" Ledekan dari seorang pria bertubuh kekar bermata sipit dan mengoper nya dari satu orang ke orang lain di sertai iringan tawa para lelaki lain nya "Berhenti!" Teriak seorang lekaki yang sebagian rambutnya berwarna kecoklatan datang dan merebut tas itu dari para se gerombolan cowo. Namun alhasil bukan untuk menolong , dia justru membalik kan ke bawah dengan resleting tas yang sudah terbuka , dan... terjatuh semua barang yang ada di tas tersebut senyum yang telah terukir dalam muka manis sang perempuan ber kacamata itu , seketika hilang menjadi emosi. "Kamu pria breng-!" tidak melanjutkan perkataan dan menunjuk lelaki berambut sedikit kecoklatan itu dengan menggunakan jari telunjuk tepat depan muka lelaki itu dengan tatapan yang tajam bagai dewi api yang sedang terbangun dari tidur nya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#383
manurios
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • THE CLIMB [Completed]
  • BROKEN HEART [END]
  • Crazy Couple [End] ✔
  • my true love is different from the others
  • With You
  • Aksara Lingga
  • Sweet Combat

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan