UP TO YOU FOR LOVE!

UP TO YOU FOR LOVE!

  • WpView
    Membaca 351
  • WpVote
    Vote 376
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jan 22, 2022
"Balikin Tas Aku kak!" Menjinjit dan mencoba meraih tas kesayangan nya itu. "Ambil aja kalau bisa, hahaha" Ledekan dari seorang pria bertubuh kekar bermata sipit dan mengoper nya dari satu orang ke orang lain di sertai iringan tawa para lelaki lain nya "Berhenti!" Teriak seorang lekaki yang sebagian rambutnya berwarna kecoklatan datang dan merebut tas itu dari para se gerombolan cowo. Namun alhasil bukan untuk menolong , dia justru membalik kan ke bawah dengan resleting tas yang sudah terbuka , dan... terjatuh semua barang yang ada di tas tersebut senyum yang telah terukir dalam muka manis sang perempuan ber kacamata itu , seketika hilang menjadi emosi. "Kamu pria breng-!" tidak melanjutkan perkataan dan menunjuk lelaki berambut sedikit kecoklatan itu dengan menggunakan jari telunjuk tepat depan muka lelaki itu dengan tatapan yang tajam bagai dewi api yang sedang terbangun dari tidur nya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
lovewarning
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • CUDDLE
  • Vamp Prisioner
  • Liberosis
  • AZKARA dan KANIA (End)
  • With You
  • my true love is different from the others
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • Capricorn
CUDDLE

"Waah, hadiah di pertemuan pertama dengan satu tamparan, bukankah ini keterlaluan," racau Vee. "Harusnya kau menciumku, atau bagaimana kalau kita di ranjang saja, bukankah kau ahli untuk urusan seperi itu, Nona Rose?" Rose tercekat bagai menelan duri, ditatapnya nanar pria di depannya, ada apa ini, bagaimana pun Rose dapat menyaksikan betapa frustasinya seorang Vee Kanesh Bellamy, disamping perkataan ngawurnya, Rose melihat kedalam kelam matanya yang terlihat menyimpan beribu kegelisahan, Rose sangat mengenal Vee, namun perkataan yang baru saja diterimanya sangat menyakitkan. Rose ingin menimpali, namun Vee lebih mendahului. "Aku dengar kau kembali dengan putrimu, aah apakah itu hasil pegulatanmu yang menjijikkan dengan si Jeffry, atau kah dengan pria lain diluar sana?" Lagi, Rose merasakan panas di telapak tangannya yang baru saja hinggap di pipi tirus si pria, ia tidak pernah membayangkan sedikitpun kata-kata bak belati yang perih saat menyayat seluruh tubuhnya itu keluar dari mulut orang yang paling dicintainya namun, detik ini juga, orang itu adalah orang yang paling di bencinya. "Jangan bicara lebih atau kau akan menyesal di setiap ucapanmu, dan saat itu terjadi, aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa-apa walau kau mencoba sujud sekalipun," ucap Rose dingin menatap sengit pria yang masih menampilkan tingkah angkuhnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan