We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Menata Luka

Menata Luka

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Maafin aku sayang" "Maafin ibu aku" Cahyo memegang tangan Lia dengan erat, mata yang indah kini menatapnya dengan tatapan luka. "Aku manusia pling buruk di muka bumi" Lia mengelengkan kepalanya, CUKUP! Cukup! Lia ga mau denger, sakit! Sakit rasanya tapi ia harus tegar, sudah cukup sakit dengan omongan orang tuanya dan ia tidak mau denger lagi omongan itu!. "Dari awal aku bilang bukan kamu yang salah Keadaannya, Realitanya. Aku sampah banget jdi cowo" Lia langsung memeluk Cahyo dengan erat, dia tidak kuat lagi. "Ku mohon Tuhan akhiri semuanya, aku cape" batinnya Lia Lia menghelangkan nafas, " Kamu kenapa bohong? Kenapa Kamu tutupin masalah ini dariku?" Lia mengelengkan kepala untuk kesekian kalinya. Cahyo melonggarkan pelukannya, "Aku ga bohong dan maaf untuk menyembunyikan ini dari kamu" Cahyo menatap mata yang selalu menatapnya dengan tenang. Lia tertawa dan menggelengkan kepala "Omongan ibuku bener" sekali lagi ia tertawa menetawarkan betapa bego dirinya. **** PERHATIAN!!! SIAPKAN TISU YA!! Soalnya ini mengandung emosi yang membara😂 ini cerita pertama ku dan kisah nyataku😇 so, kalau ada salah kata atau apa tolong coment 😗 YOU CALL ME BESTIE NO AUTHOR!! MENGERTI BESTIE?! Happy Reading Sayangnya AKOH😂
All Rights Reserved
#217
emosi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Benci Raka Cakrawala || TERBIT
  • Bianglala
  • Maaf' (Revisi)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • ||Perjodohan||✓
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Abadinya Kisah Jerrom & Affa

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines