Menata Luka

Menata Luka

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 29, 2021
"Maafin aku sayang" "Maafin ibu aku" Cahyo memegang tangan Lia dengan erat, mata yang indah kini menatapnya dengan tatapan luka. "Aku manusia pling buruk di muka bumi" Lia mengelengkan kepalanya, CUKUP! Cukup! Lia ga mau denger, sakit! Sakit rasanya tapi ia harus tegar, sudah cukup sakit dengan omongan orang tuanya dan ia tidak mau denger lagi omongan itu!. "Dari awal aku bilang bukan kamu yang salah Keadaannya, Realitanya. Aku sampah banget jdi cowo" Lia langsung memeluk Cahyo dengan erat, dia tidak kuat lagi. "Ku mohon Tuhan akhiri semuanya, aku cape" batinnya Lia Lia menghelangkan nafas, " Kamu kenapa bohong? Kenapa Kamu tutupin masalah ini dariku?" Lia mengelengkan kepala untuk kesekian kalinya. Cahyo melonggarkan pelukannya, "Aku ga bohong dan maaf untuk menyembunyikan ini dari kamu" Cahyo menatap mata yang selalu menatapnya dengan tenang. Lia tertawa dan menggelengkan kepala "Omongan ibuku bener" sekali lagi ia tertawa menetawarkan betapa bego dirinya. **** PERHATIAN!!! SIAPKAN TISU YA!! Soalnya ini mengandung emosi yang membara😂 ini cerita pertama ku dan kisah nyataku😇 so, kalau ada salah kata atau apa tolong coment 😗 YOU CALL ME BESTIE NO AUTHOR!! MENGERTI BESTIE?! Happy Reading Sayangnya AKOH😂
All Rights Reserved
#21
kasta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benci Raka Cakrawala || TERBIT
  • KAIREL [END]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • LEARA
  • Abadinya Kisah Jerrom & Affa
  • I Want To Make You Mine
  • Bianglala
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)

🗣️ attention! Bijak dalam membaca, dikarenakan karya ini sudah terbit✨ SPOILER "Bangun Lya." Malya menoleh. "Raka?" "Ada yang mau gue omongin." Malya mengernyit. "Kamu mau jawab semua pertanyaan aku?" "Lo harus nikah sama gue." Malya syok. "Hah?" Ia pun beranjak dari duduknya, lalu seketika menghampiri Raka. "Kamu nggak waras ya?" ketusnya. "Gue nggak minta lo jawab sekarang, gue bakal kasih lo waktu." "Kamu gila Raka! Mama aku baru aja meninggal, kamu mau kita nikah! Di mana otak kamu!" Spontan Malya emosi. Tidak ada respon dari Raka, diamnya membuat Malya semakin geram. "Aku gamau kamu ada di sini. Lebih baik, kamu pergi!" "Lo bisa jadiin gue tersangka dalam kasus pembunuhan Mama lo." "Apa kamu yang membunuh Mama aku?" Suara Malya dengan parau. Lagi dan lagi pertanyaan Malya dijawab sama oleh diamnya Raka, yang membuatnya yakin bahwa Raka benar membunuh Mamanya. Meskipun tak mengatakan iya, perasaan sakit menjalar ke raga Malya. Plakkkhhhh. Tamparan keras dari Malya pada Raka. Sekaligus tamparan pertama bagi seorang Raka. "Kenapa kamu lakuin itu! Apa salah Mama aku sama kamu!" ucap Malya emosi yang seketika air matanya kembali berderai begitu saja. Ia mendorong kasar dada Raka semampunya, dengan tenaga yang tersisa. Hikkksss hikkksss hikkksss. "Kamu nggak ada otak Raka! Kamu gila!" rintihnya kembali lalu jatuh terbungkuk melemah. Seketika Raka berbalik, lalu meninggalkan Malya begitu saja. Langkahnya memberikan interupsi pada dua pengawal di sana untuk mereka membawa Malya. "Aku mau dibawa kemana, lepasin!" Sontak Malya terkejut kala kedua tangannya diraih oleh dua orang berbadan besar. "Tolong nyonya, biarkan kami menjalankan tugas." "Aku benci sama kamu Raka! Aku benci! Dasar pembunuh!" emosi Malya yang sama sekali tak dihiraukan oleh Raka. ~: Langsung baca aja yuk!!!🙌🧐

More details
WpActionLinkContent Guidelines