Sumbing bibirku Tidak Hatiku

Sumbing bibirku Tidak Hatiku

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 29, 2021
Kisah seorang wanita dimana sering di hujat karena memiliki kekurangan pada diri. Yang dianggap istimewa yang pernah terjadi dalam hidup. Dengan sabar dan ikhlas selalu dilakukan untuk menghadapi segala bentuk cacian. Rela berjuang melewati semuanya. Hingga di suatu ketika meraih apa yang tak mungkin diraih selama ini. Menjadi kebanggan keluarga serta apa yang diinginkan dipenuhi dan terwujudkan. Tersadar ada pun kekurangan tertutupi oleh kelebihan yang diberikan oleh Allah.
All Rights Reserved
#226
cerdas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Dibaca Sendirian
  • gala bunga matahari🌻 (END)
  • zeandra dan Marsha...
  • Keikhlasan Hati
  • kau tercipta dari tulang rusukku
  • HELLO, ASHEL!
  • Christian & Marsha (S2)
  • Senja di Tepi Pantai Hati

Lexa, seorang wanita setengah tangguh yang sudah melewati beragam liku kehidupan, kini menemukan kebahagiaannya dalam kesendirian yang penuh makna. Setelah bertahun-tahun merantau jauh dari orang tuanya, dan memilih Solo sebagai kota pelarian. Dia belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari percintaan, melainkan dari proses menerima diri dan mencintai apa yang ada. Meski pernah patah berkali-kali, Lexa menemukan kedamaian dalam cinta tanpa syarat dari jiwa kecil yang selalu setia menunggunya pulang. Tatapan penuh pengertian dan kehangatan, mengajarkannya tentang ketulusan, kesetiaan, dan cinta yang tak memerlukan kata-kata. Bergelut dengan kerinduan pada orang tua yang jauh, serta pertanyaan tentang hidup yang selalu membuatnya sulit bernapas. Lexa membuktikan bahwa kebahagiaan sejati datang ketika kita mampu berdamai dengan masa lalu dan percaya bahwa takdir selalu membawa kita pada tempat yang tepat. Cerita Lexa mengingatkan kita bahwa rumah tidak selalu tentang tempat, tapi tentang hati yang menemukan kedamaian dalam segala hal yang sederhana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines