Until We Meet Again

Until We Meet Again

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Apr 15, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Remember what i said last time?" tanyanya ketika kupegang tangannya yang semakin dingin terkena angin malam. Wajahnya merah pucat dan kedua matanya terlihat redup. Lingkaran sihir mulai bersinar terang, pertanda ia harus pergi. "I love you no matter what, Princess. I have to go now, don't forget about me okay?"
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • I'm More Than Just A Princess
  • ARISE
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Remember I LOVE U
  • Love Starts From Coffee
  • Reborn; I Became a Child
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • I WAS BORN TO BE ALONE [END]
  • My favorite person

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman