Querencia

Querencia

  • WpView
    Reads 49,815
  • WpVote
    Votes 3,130
  • WpPart
    Parts 119
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 31, 2023
Bertemu dengan tiga orang sahabat adalah sebuah anugerah. Saat luka-luka yang aku lihat dari diri mereka perlahan mulai sembuh, membuat hatiku menghangat. Aku berguna bagi mereka dan mereka istimewa untukku. Melewati masa remaja bersama dengan berbagai luka tentu bukan hal sepele. Tidak semudah melupakan mata pelajaran fisika di kelas. Semua itu membekas begitu saja membentuk kepingan puzzel yang abadi. Dengan mereka, masa remaja yang terasa sulit menjadi sedikit lebih mudah. Luka yang mereka miliki mengajarkanku bahwa tiada kesempurnaan di dunia yang aku tinggali. Senyuman hangat yang selalu mereka tampilkan membuatku sadar bahwa ada banyak hal yang tersembunyi di balik wajah tersenyum itu. Semua punya rahasia, termasuk para remaja yang beranjak dewasa. Rahasia yang bahkan tidak akan bisa dipahami orang dewasa sekalipun. Tapi, hebatnya tersembunyi dengan rapi berbalut wajah tersenyum lebar. Mereka adalah teman hidupku. Dream Vol.1✍️ Cast: Lee Jeno as Rio Darmawangsa Na Jaemin as Alvin Jonathan Lee Haechan as Arghian Huang Renjun as Jofandi Nugraha ⚠️Cerita fiksi tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata. Semua yang ditulis hanya karangan.⚠️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Broken melodies
  • Gata dan Asa [✓]
  • LOVE SHOT [ʜʏᴜᴄᴋʀᴇɴ]✔
  • Arti Rumah
  • Scars & Suns (7 Dream)
  • CEMARA PUNYA ASA
  • Eunoia
  • Terjebak dalam Tubuh Huang Renjun ft. NCT DREAM✓
  • KALIAN ADALAH RUMAH

Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines