We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pembunuh Terakhir (The Last Killer)

Pembunuh Terakhir (The Last Killer)

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Di kegelapan malam, di bawah derasnya hujan, aku berlari. Nafasku terengah-engah tak beraturan. Kondisi trotoar dan jalanan sepi, ini kesempatanku untuk segera kembali ke markas tanpa ketahuan. Namun aku sudah tak kuat. Darah terus bercucuran dari lengan kananku, bercampur dengan air hujan. Malam itu kutemukan seorang wanita yang harus kulindungi.
All Rights Reserved
#229
tragic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hening Yang Menyebut Namamu
  • TAK BERSAMBUT
  • Lelaki Bermantel Panjang
  • Because of you
  • Difficult Time (Killer And Thief Story)
  • Rainy Day (complete)
  • Oktober kelabu
  • Repain

- sebuah kisah tentang luka, cinta yang tak bersuara, dan janji yang akan diuji oleh masa lalu. Aira Yukishiro terbiasa hidup dalam kesunyian. Gadis yang dikenal dingin dan tak tergoyahkan itu menyimpan retakan yang tak tampak-sejak kepergian kakaknya, Hikaru, yang tak pernah benar-benar ia pahami atau sembuhkan. Hidupnya berjalan datar, hingga satu nama datang membawa warna baru: Riku Tachibana. Berisik, sarkastik, dan kelewat santai, Riku perlahan menembus dinding es Aira-bukan dengan kalimat puitis, tapi dengan kehadiran yang hangat dan candaan bodoh yang tak pernah gagal membuat Aira mengalihkan pandangan. Tanpa sadar, Aira mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Nyaman, tapi juga menakutkan. Namun, Riku menyimpan rahasia yang jauh lebih gelap dari yang Aira kira. Masa lalu tentang keluarga yang hancur, tanggung jawab sebagai kakak yang gagal, dan kehilangan yang meninggalkan luka permanen. Saat Aira dan Riku mulai saling membuka hati dan membuat janji untuk tidak saling meninggalkan, masa lalu itu mulai mengetuk kembali. Dan ketika dunia mulai memisahkan mereka dengan cara yang tidak adil, satu pertanyaan tersisa: Bisakah dua jiwa yang pernah hancur tetap saling genggam, ketika kebenaran yang datang tak bisa mereka selamatkan bersama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines