Carissa Dan Bahagia

Carissa Dan Bahagia

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 29, 2021
"kalo dari awal caca tau papa gak bisa berubah, seharusnya dari dulu caca milih buat nyusul abang pah" "Silahkan ca, susul abang kamu sekarang. Gausah dibuat rumit" Kalian tau apa yang di rasakan Carissa sekarang? Papa yang dulu memperlakukan Carissa seperti putri dan papa yang sekarang sama sekali tidak pernah peduli sangat jauh berbeda Papa, cinta pertama dan pria pertama yang membuat Carissa mengalami senang dan juga sedih, ya walaupun sekarang lebih banyak sedihnya di bandingkan senang. Tapi tetap saja karena itu Carissa seperti kehilangan diri nya bahkan tujuan hidupnya. "kalo caca nyusul abang sekarang, boleh gak sih bang? jujur caca capek sama semua ini" "kalo lo nyerah begitu aja. Terus buat apa Reygan dulu ngelindungin lo sampe ngerelain nyawanya sendiri?" -
All Rights Reserved
#20
carissa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Your Home [COMPLETE]
  • Arsyilazka
  • Arfan & Syeira
  • Kahfi dan Yumna
  • Dosen Killer | END✔
  • AILAH(END)✅
  • LOVE OF THE PAST

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines