غلاف قصة Farfalla Deformata بقلم Karmelazaya
Farfalla Deformata
  • WpView
    مقروء 129
  • WpVote
    صوت 10
  • WpPart
    فصول 6
  • WpView
    مقروء 129
  • WpVote
    صوت 10
  • WpPart
    فصول 6
مستمرّة، تم نشرها في ديسـ ٣٠, ٢٠٢١
Sebuah cerita tentang perjalanan pencarian jati diri keenam remaja unik.

 "Kalo ikal punya laskar pelangi, kalo gue punya farfalla deformata" ujar aalona.

Kisah kami yang semula semu menjadi sedikit berwarna, setelah pertemuan pertama di Rotterdam, Provinsi Zuid-Holland, Belanda.
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف Farfalla Deformata إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#29teenagers
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
AL AL GANG [Complicated] بقلم rtnkrtsr
34 أجزاء مكتمِلة
Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.