Figuran Anak Angkat

Figuran Anak Angkat

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 30, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kehilangan kedua orang tua di usia yang masih terbilang dini, membuatku hampir kehilangan semangat. Takdir masih berpihak kepadaku, dengan mendatangkan seseorang yang mau mengangkatku menjadi bagian dari keluarga mereka. Banyak hutang budi yang harus kutebus di kemudian hari. Berkat jasa-jasa keluarga angkatku, aku mampu mencapai segala ingin dan cita-citaku. Namun, dibalik semua itu. Banyak beban dan tekanan yang aku lalui dengan sulit. Ujian kian datang silih berganti. Membuat bahuku harus benar-benar kuat, di hidupku yang hanya sebatang kara ini. Di tengah keluarga yang mengangkatku, ada seorang pria yang cukup menarik perhatianku. Bukan hanya perhatian tetapi lebih tepatnya hatiku. Bisa dikatakan ia adalah cinta pertama bagiku. Pria itu adalah pria yang tak pernah mengharapkan kehadiranku sejak awal di keluarga tersebut. Aku cukup sadar diri, tak ingin dikatakan sebagai anak angkat tak tahu diri. Aku tak berhak jatuh cinta kepada kakak angkatku. Terlebih, pria itu rupanya sangat membenciku. Karena suatu kesalahan, aku harus menikah dengan pria itu. Pria yang terus membuat hatiku bergetar setiap kali menyangkut tentangnya. Sikapnya sangat dingin, ia sering menekanku untuk melakukan hal-hal yang aku sendiri merasa tak mampu. Jujur, aku sudah tak sanggup dengan semua ini. Sebagai seorang perempuan, aku juga ingin menjalani rumah tangga yang bahagia seperti mendiang kedua orang tuaku. Aku seperti anak dan istri figuran dalam kehidupan ini. Keberadaanku mulai tak berarti bagi mereka. Aku seperti ada dan tiada di mata suamiku. Entah sampai kapan aku harus bertahan, dan untuk akhirnya akan seperti apa, aku pun tak tahu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • He Is My Husband (Selesai season 01)
  • Rumah untuk Hatiku [SELESAI]
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • My Diary
  • I Love You
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Flight

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines