Senja yang Hilang

Senja yang Hilang

  • WpView
    LECTURAS 84
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 8, 2022
Rian Naufal Hendriansyah sudah dicap buruk oleh beberapa orang sebab ia adalah mantan narapidana karena kasus narkoba. Stigma buruk meskipun ia sudah tak lagi melakukan dosa itu tetap merajut hidupnya. Di waktu senja, tak sengaja ia bertemu seorang gadis yang kemudian diam-diam mereka saling menyukai setelah beberapa kali pertemuan. Rian menyembunyikan identitas keburukannya dari Chelsea--gadis yang ia cintai. Meskipun begitu, rahasia yang ia simpan dalam-dalam terbongkar. Di saat Chelsea masih bisa menerimanya, tapi tidak bagi Ayah sangat gadis. Lalu, apakah Ryan bisa tetap mempertahankan hubungan mereka? Atau justru berpaling ke gadis yang sangat tahu seluk-beluknya?
Todos los derechos reservados
#27
direktur
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Ranzir
  • Hadiah Cinta Sepuluh Hari [TELAH TERBIT]
  • love stories (Completed)
  • AFTER RAIN : 10 YEARS LATER [☑]
  • DUNIA DANIA ✅
  • Bad Girl VS Cold Boy
  • Rannia√

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido