Adhisty Rachello dan Nabiru Javier Ravshan.
Pertemanan lawan jenis melibatkan perasaan? Adhisty dan Nabiru jelas tergelak mendengarnya. Tidak, bukan nya tidak percaya. Nabiru percaya karena teman-teman nya sering mengalami, begitupun dengan Adhisty, apalagi Adhisty pembaca cerita fiksi remaja di internet, Adhisty tahu itu nyata.
Itu tidak terjadi pada semua orang, kan? buktinya Nabiru dan Adhisty tidak mengalami nya.
Saling melindungi, melengkapi, memahami dan mengerti. Adhisty dan Nabiru sering disebut 'bukan pacaran tapi adek-kaka, tapi bukan adek-kaka juga'. Teman-teman nya jelas tak akan bertanya karena pacaran adalah hal yang paling tidak mungkin diantara Nabiru dan Adhisty.
"Lo bakal naksir gue, gak?"
"Engga, kayaknya lo yang bakal naksir gue."
Terus saja percakapan seperti itu berakhir kesimpulan bahwa: Tak Ada Pacaran Dalam Kamus Pertemanan Mereka Titik.
(Revisi)
Bagaimana jika dua manusia yang tak pernah akur terikat oleh perjanjian? Sangat mengesalkan bukan. Itulah yang dialami Agatha. Kesialan itu datang saat dirinya benar-benar membutuhkan bantuan.
Galen cowok yang selama ini menjafi rival Agatha di dalam kelas. Entah jin apa yang merasuki cowok itu hingga dia mau membantu Agatha. Eits itu tidaklah gratis. Orang bilang Galen ini mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dirinya mau membantu Agatha dengan imbalan kesepakatan.