Story cover for Casabelle ( SELESAI ) by Ififah75
Casabelle ( SELESAI )
  • WpView
    Reads 2,355,429
  • WpVote
    Votes 145,846
  • WpPart
    Parts 50
  • WpView
    Reads 2,355,429
  • WpVote
    Votes 145,846
  • WpPart
    Parts 50
Complete, First published Dec 31, 2021
~ Karya Ke - 10 ~

"Ikutlah denganku" ucap Axton dan Ara mendengus pelan. 

"Kau siapa ? Aku tak mengenalmu" sinis Ara.

"Tetapi seluruh tubuhmu mengenalku" ucapan Axton sukses membuat wajah Ara memerah

Pria itu melangkahkan kakinya mendekat dengan wajah datar dingin. Menatapnya seakan ingin membekukannya saat ini juga.

"Ikutlah denganku dengan cara baik-baik. Aku tidak ingin menyakitimu" Lanjut Axton dan Ara memincingkan matanya.

"Secara baik-baik ataupun tidak aku bahkan tak berniat ikut denganmu. Bisakah kau keluar sekarang, aku akan menutup toko" 

"Aku bukan orang yang sabar, Cassabelle" 

Ketika Ara ingin membalikkan badan tiba-tiba sebuah tarikan menarik tubuhnya. Sebuah ciuman terasa di bibirnya sebelum rasa menyengat terasa di lengannya.

Sebuah bius.

"Kau yang memaksaku, Cassabelle"
All Rights Reserved
Sign up to add Casabelle ( SELESAI ) to your library and receive updates
or
#2pemaksa
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Kopi & Deadline (On Going) cover
Pregnant with Rebel Prince cover
RELUCTANTLY YOURS  cover
Softer than Summer Night  cover
May I Love You? cover
ARGA [REVISI] cover
TWO HEARTS, ONE WINNER [Tamat]   cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 parts Ongoing

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️