Unbreakable
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 1, 2022
"Erin, perusahaan ini dan rumah besar itu milik Ayahku bukan milikku, aku tidak memiliki apa-apa selain rumah dinas sederhana yang sekarang aku tempati, maka lihatlah aku sebagai diriku sendiri, Erin, jangan lihat aku anaknya Pak Wijaya." Bima menarik dagu Erin hingga wajahnya terangkat dan menatapnya. *** Tangannya terulur, pelan dan sangat hati-hati Jodi mengusap kepala Erin. Senyum samar terlukis di bibirnya. Biarlah untuk saat ini seperti ini, hanya butuh bersabar. Hingga mungkin suatu saat Erin memberikan cinta untuknya. Akan selalu dia tunggu hingga saat itu tiba, meski hingga diujung waktunya. *** Akan lebih baik jika hilang ingatan sehingga luka ini tidak terasa amat sakit. Begitu hampa tanpanya. Dia yang paling aku cinta telah pergi untuk selamanya. Sakitnya 'tak terperi ketika merindui orang yang kita tahu tidak akan pernah kembali__Erina.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • this is me
  • ARUMI ALIVIA RAZETA
  • AURA !!! (Ormling x lingorm)
  • MELLIFLUOUS
  • Apakah aku pembawa sial?
  • My Love Zayden
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Laskar Jingga

"Tasya. Kamu mau kan jadi pacarku?" Degg.. "Astaga! Keysa. Kamu kuat, jangan ngerusak semuanya. Dia sahabat kamu. Tahan! Ga boleh nangis!" Ucap Keysa dalam hatinya. Ia sedang berusaha menahan air matanya agar tidak turun. Keysa berlari menghindari kerumunan itu. Kerumunan dimana Alvaro sedang menyatakan perasaannya kepada Tasya, sahabat Keysa. "Hai, Key!" sapa Ardy yang tiba-tiba muncul dibelakang Keysa. Secepat mungkin Keysa menghapus air matanya yang sempat jatuh. Keysa tidak ingin ada yang mengetahui jika saat ini ia sedang menangis. Keysa membalas sapaan Ardy hanya dengan senyuman. Senyuman palsu! "Eh, Key habis nangis ya?" tanya Ardy khawatir yang melihat mata Keysa sedikit sembab. "Ah. Enggak, Dy. Kelilipan kayaknya. Btw, Lo ngapain disini?" ucap Aletha mengelak. "Gapapa sih. Abisnya disana lagi ada yang seru malah menyendiri disini. Itu Tasya, sahabat lo ditembak sama Varo. Lo kok malah disini sih?" "Hah? Gue malah baru tau. Gimana Tasya terima? Wah bakal ada pasangan baru nih" *** Aletha Keysa! sudah beranjak dewasa. Ia sudah kelas sembilan. Sudah banyak perubahan, namun tidak dengan... *** Apa hayo? yang penasaran langsung baca aja. Maaf kalo g bagus. Jangan dihujat. Oke? Selamat membaca guys!

More details
WpActionLinkContent Guidelines