Ujung dari sebuah kepercayaan

Ujung dari sebuah kepercayaan

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 21, 2022
"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang bisa menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri" (RA.Kartini) Dinamika kehidupan tak selamanya baik dan begitu sebaliknya. Pernah nggak kalian merasakan sedih, kecewa, sakit hati dan ketika kalian ingin membalasnya rasa itu hilang seketika. Rasanya nyesek pasti, rasa yang awalnya benci jadi mencintai begitu sebaliknya hal-hal yang kita perjuangkan dan kita inginkan ternyata tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ternyata Tuhan itu adil, ia memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Novel ini menceritakan sosok wanita bernama Fara Elmaerti Putri atau disebut Ara. Gadis kecil mungil yang gigih memperjuangkan keinginannya. Ia percaya bahwa apapun yang dari hati akan sampai pula ke hati. "Tidak ada proses yang sia-sia kecuali anda sendiri yang menyia-nyiakan proses" (katanya) Setiap kehidupan pasti ada rintangan, namun setiap tetesan air mata belum tentu ada derita. Hidup memang selalu ada pilihan, terkadang dengan banyak pilihan menjadikan kita bimbang. Jika nanti banyak pilihan apakah Ara akan tetap teguh dengan pendiriannya? Atau sebaliknya? Yuk baca, jangan sampai terlewatkan!! (HAPPY READING AND SUCCES)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • MOIRA
  • AKSARA LARA(END)
  • Kekasih Halalmu [SUDAH TERBIT]
  • "HER STORY, NOT CINDERELLA"
  • POISONED LOVE
  • Bukan salahmu
  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  •  ANATHA

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines