when the fire cries

when the fire cries

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 22, 2022
Untuk bisa merasakan hidup selayaknya orang normal, Xavera sepakat menerima Grady, seorang psikiater tampan, sebagai dokter pribadinya. Tetapi, siapa sangka dibalik sikap ceria Grady, diam-diam dia menyimpan rasa kepada Yaya. Gadis yang dijuluki "sosiopat" oleh sebagain orang. *** Karena pilihannya di masa lalu, Xavera hidup seorang diri. Karena bantuan Grady, Xavera terbiasa tegar dan mampu menopang masalahnya sendiri. Hubungan mereka terus bergulir. Hingga keluarga besar Grady menjodohkan mereka sedangkan Xavera enggan membangun hubungan dengan laki-laki karena ia mengalami kejadian mengerikan di masa lampau. Disisi lain, Grady terus meyakinkan Xavera dan menyelidiki masa lalunya yang belum terselesaikan. Apakah keduanya akan bersama ditengah terpaan masalah yang datang silih berganti?
All Rights Reserved
#795
kekerasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LAVANYA
  • A Symphony of life
  • Langkah kecil Shani
  • Replacement Role
  • Diary Cinta ELVAZA
  • Rania - Untuk suara Anak yang Tak Didengar
  • JANJI TANPA SUARA
  • Marakarma
  • Xaviera || On Going
LAVANYA

Lavanya Qinata tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena satu tamu tak diundang. Seorang pria asing muncul di rumahnya, mengaku sebagai mantan murid ayahnya yang lumpuh. Kehadirannya bukan sekadar silaturahmi, melainkan awal dari serangkaian permintaan, pengungkapan rahasia, dan pilihan yang tak pernah Lava bayangkan harus ia buat. Ketika hutang budi masa lalu menyeret namanya dalam sebuah pernikahan tanpa cinta- Dibumbui drama keluarga, irisan konflik batin, dan ketegangan emosional, kisah ini mengajak pembaca menyelami makna pengorbanan, pilihan hidup, dan definisi cinta yang tak selalu datang pada waktu yang tepat. Apakah balas budi bisa menumbuhkan cinta? Ataukah hanya meninggalkan luka yang lebih dalam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines