KEPADA RINJANI

KEPADA RINJANI

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 3, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Aku begitu egois dalam mencintaimu. Aku juga tak ingin kamu melupakan apapun soal kita. Pun aku memikirkan cara: bagaimana agar kamu terus mengingat kita? Akhirnya, sebuah buku menjadi jawaban atas pertanyaan yang telah kupaparkan. Jangan salah paham dulu, Manda. Ini memang cerita yang mengagungkan kamu. Tapi percayalah, cintaku tak hanya sepanjang sebuah buku. Aku hanya ingin kamu mengingatku. Dimulai dari bagaimana pertemuan pertama kita, hingga aku yang mencintaimu tanpa jeda. Buku ini kutulis sebelum aku mengetahui rasamu untukmu. Jika sampai buku ini kamu baca, maka saat itu kamu tak berada lagi di sisiku. Manda, cintaku tetap milikmu, setidaknya yang paling indah yang pernah kurasakan. Manda, jika semesta telah melukis garisku agar bersamamu, seperti apapun keadaan kita saat ini, kau akan segera kembali kepadaku. Jikapun tidak, maka aku yang akan menjemputmu kembali. Atau jika semesta memisahkan garisku denganmu, maka kuyakini kita akan tetap bahagia.
All Rights Reserved
#99
rinjani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Skema Nestapa [Selesai]✓
  • ARCLA ( Arlan& Clara)  [END] [PROSES REVISI]
  • GALANG [SELESAI]
  • Teman Kecilku
  • Morgan Story
  • Living In Memory
  • ERLANGGA
  • RANNA

𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐍𝐀𝐓𝐀 : 𝐓𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐮, 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐫𝐞𝐭 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮. (Boleh dibaca terpisah tanpa membaca Nata terlebih dahulu) Hari-hari suram terus berlalu. Bayang-bayang masa lalu masih melekat kuat dalam ingatan. Nestapa memang ada. Dia nyata dan dia ada di dalam kehidupan manusia. Inilah skema nestapa. Dimana banyak kenangan sendu yang masih memboikot hati. Terbawa deras oleh arus kehidupan. Dan dimana ada hati yang tengah memperjuangkan mati-matian. Dia... berjuang sendirian. Di tengah-tengah kisah asmaranya, rupanya ada sebuah tanda tanya besar yang kembali menyeruak. Mengenai kematian dia. Karena siapa sangka, kepergian dia masih meninggalkan banyak tanda tanya yang membutuhkan jawaban. Dan lagi-lagi ada sebuah dendam yang menuntut kehidupan. ••• "Sebab, dikala saya melihat mata favorit saya, saya tidak melihat ada 'kita' di dalamnya. Kita akan segera redup. Karena pancar mata sabitmu sore itu, tutur batin saya berkata bahwa kamu bukan untuk saya." "Sekali lagi, kamu... bukan untuk saya." ••• Start : 20 Mei 2021. Finish : 30 Desember 2021. 📌𝑪𝑬𝑹𝑰𝑻𝑨 𝑰𝑵𝑰 𝑯𝑨𝑵𝒀𝑨𝑳𝑨𝑯 𝑭𝑰𝑲𝑺𝑰 𝑫𝑨𝑵 𝑻𝑰𝑫𝑨𝑲 𝑩𝑬𝑹𝑯𝑼𝑩𝑼𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑫𝑬𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑶𝑹𝑨𝑵𝑮, 𝑶𝑹𝑮𝑨𝑵𝑰𝑺𝑨𝑺𝑰, 𝑳𝑶𝑲𝑨𝑺𝑰 𝑨𝑻𝑨𝑼 𝑲𝑬𝑱𝑨𝑫𝑰𝑨𝑵 𝑵𝒀𝑨𝑻𝑨. 📌𝑻𝑰𝑫𝑨𝑲 𝑼𝑵𝑻𝑼𝑲 𝑫𝑰𝑻𝑼𝑳𝑰𝑺 𝑼𝑳𝑨𝑵𝑮! ᴄᴏᴘʏʀɪɢʜᴛ ©2021 ʙʏ ʜᴏᴛᴋᴏᴘɪʟᴀᴛᴛᴇ_ 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧 𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗜𝗡𝗜👇

More details
WpActionLinkContent Guidelines