Aludra

Aludra

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 13, 2022
"Dunia terlalu kelam dan kejam. Aku takut. Aku nggak mau sendirian." Namanya Aluna. Aluna Abigail Gistara. Orang-orang bilang, gadis berparas cantik pemilik kulit seputih salju itu sakit jiwa. Aneh dan gila. Bahkan, tak sedikit dari mereka menjatuhi sebuah hukuman berbentuk perundungan. Teman? Ah, jangan ditanya, satu-satunya teman baik Aluna (selain bundanya) adalah Uni-boneka unicorn pemberian mendiang kakaknya 5 tahun silam. *** Pusar waktu terus-menerus merangkak maju, membuat gadis cantik pemilik rambut berponi cokelat itu sedikit demi sedikit bangkit. Berpindah ke tempat baru, sekolah baru, dan memulai kehidupan baru adalah keputusan paling final demi kesehatan fisik dan mental. "Selamat pagi, dunia. Secerah baskara di hari indahmu, semoga aku dapat teman baru." *** Samudra Orion Abipraya. "Kalau gue bisa putar waktu, gue mau lebih dulu kenal sama lo. Biar bisa ngelindungin lo lebih lama." "Maaf, Aluna. Maaf buat sekian banyak luka yang pernah gue gores dalam hidup lo." "Dengan lihat lo ketawa, hidup gue jadi sempurna. Gue nggak mau lo sedih lagi. Jadi, hapus ya, Luna? Hapus semua luka-luka yang ada dalam hidup lo, termasuk ... gue."
All Rights Reserved
#5
tentangremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • EPIPHANY
  • ALVIVA (END)
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Langit dan Cahayanya
  • A Letter to Myself
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • DEARWA [END]

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikah dengan wanita pilihannya. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, dia pun juga menorehkan luka yang tak bisa kumaafkan. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines