
Setiap seratus tahun sekali, saat gerhana bulan menyelimuti langit, sebuah bunga langka bernama Lunaflora Aethernis mekar di tengah hutan. Bunga itu dipercaya mampu memberikan kekuatan besar bagi siapa pun yang memilikinya. Cukup untuk mengubah keseimbangan antar kaum. Karena itu, keberadaannya selalu memicu perebutan. Sky, seekor Alpha Elder, pemimpin pack serigala, hadir dengan ribuan serigala di belakangnya, memenuhi hutan dengan auman dan tekanan kekuatan. Joss, pemimpin bangsa vampir, datang tak kalah mengintimidasi, membawa ribuan pasukan vampir yang bergerak senyap di bawah naungan malam. Dew, pangeran naga putih yang dikenal suci dan jarang menampakkan diri, turut hadir demi memperebutkan bunga tersebut. Kehadirannya mengejutkan seluruh kaum. Sementara itu, Ohm, seekor Rubah Ekor Sembilan yang licik, memilih mengamati dari kejauhan, menunggu celah yang akan tercipta di tengah kekacauan untuk merebut bunga itu tanpa harus mengotori tangannya. Di tengah semua itu, Nani berdiri sebagai satu-satunya elf yang tersisa, penjaga bunga yang diwariskan turun-temurun oleh kaumnya. Ia menjaga Lunaflora Aethernis bukan untuk dimiliki, melainkan untuk mencegah dunia jatuh ke dalam kekacauan. Tepat saat gerhana dimulai, bunga itu perlahan menunjukkan tanda-tanda akan mekar. Para pemimpin kaum telah berkumpul di hutan bersama pasukan mereka, masing-masing siap merebut apa yang mereka anggap sebagai hak mereka. Ketika gerhana bulan mencapai puncaknya dan Lunaflora Aethernis mekar sempurna, pertempuran tak lagi bisa dihindari. Saat pertempuran semakin kacau, Nani terpaksa merapalkan mantra terlarang. Sihir yang seharusnya tak pernah digunakan oleh seorang elf. Kekuatan itu meluap, dan melampaui batas kemampuannya sendiri. Pada akhirnya, pertempuran terbesar malam itu tidak menghasilkan pemenang. Yang tersisa hanyalah sebuah legenda tentang gerhana, sebuah bunga, dan seorang elf yang memilih mengorbankan segalanyaTodos los derechos reservados
1 parte