RELASI WAKTU

RELASI WAKTU

  • WpView
    LECTURES 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., janv. 10, 2022
"Ini menyakitkan. Aku tak tahu, aku yang terlalu bersemangat untuk mendapat maafmu, atau aku yang terlalu bodoh meminta maaf padamu. Yang pasti aku masih ingin melihatmu tetap hidup dan melihatmu sadar betapa kejamnya perlakuanmu padaku, Ibu." Antasena meletakkan pulpennya, lalu mengusap buku harian usangnya. Ia tersenyum kecut. Merasa menjadi salah satu orang tak beruntung didunia. Kebahagian seolah hanya mampir menyapa.
Tous Droits Réservés
#13
antasena
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ANTARA KITA
  • Nerd Outside Bad Inside
  • Kenangan Luka
  • .✮:▹ Aletha juga ingin dimengerti:▹✮.
  • ATMOSFER [END]
  • he is immortal
  • Constellations From The Room
  • TEMPAT TEDUH ANINDHITA
  • BAHAGIA ITU LUKA KU

"Antara Kita" Cinta bisa menyembuhkan. Tapi cinta juga bisa jadi luka yang tak pernah sembuh. Alea, gadis SMA yang tengah mencari dirinya sendiri, jatuh hati pada Angkasa-lelaki dewasa yang penuh ketenangan, namun menyimpan luka lama. Hubungan mereka bukan sekadar tentang tawa dan pelukan manis. Ini tentang pertumbuhan, kesalahan, pengampunan... dan kehilangan. Di antara pelukan yang tak selalu ada, kata-kata yang sering terlambat diucapkan, dan masa lalu yang membekas, mereka belajar bahwa mencintai seseorang tak selalu berarti bisa bersamanya. Ketika kepercayaan diuji, ketika orang-orang di sekitar mulai masuk dan merubah cerita, dan ketika rasa sayang tak lagi cukup untuk menahan retakan... masih adakah "kita" di antara mereka? "Antara Kita" bukan sekadar kisah cinta dua insan, tapi tentang perjalanan menjadi dewasa, tentang ibu yang terlalu keras mencinta, tentang teman yang memendam perasaan, dan tentang harapan yang terus menyala meski nyaris padam. Karena terkadang, yang paling kita perjuangkan, bukan untuk memiliki... tapi untuk memahami.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu