Rania's Days

Rania's Days

  • WpView
    Reads 4,371
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 21, 2016
Nama di akte kelahiran gue adalah Rania Nia. Jangan tanya ke gue kenapa nama gue menyedihkan kaya gitu, tanya ke bokap dan nyokap gue yang ngasih. Biar gampang kalian boleh panggil gue Ran, tapi jangan Nia. Gue takut disangka artis Nia Ramadhani. Gue cewek, 100% tulen, gue udah cek sendiri. Cita-cita gue waktu kecil adalah menjadi cowok. Cita-cita gue sekarang adalah menjadi suami alternatif yang unyu. Gue kelas 11 IPA 5. Meski gue anak IPA, bukan berarti gue alim dan feminim. Sebaliknya gue malah punya geng super keren. Tapi gue bukan pemimpinnya, sekretarisnya, bendaharanya, apalagi binatang peliharaannya. Posisi gue adalah anggota yang bakal dikorbanin pertama kali kalau ada apa-apa...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • More Than Words : [KTH JOURNAL SERIES] END
  • Om Barra [TERBIT]
  • Bayi Dosenku 2
  • Unwritten Figure (end)
  • Coldgirl And Badboy × IDR
  • Raina Story
  • Pemulung; Penggombal Ulung (Terbit)
  • Rain Drop (Hujanpun Tahu Bahwa Aku Merindukanmu)
  • Kok Kita Nikah?[END]

Hallo? Gue Irham. Irham aja gak pake doang. Gue masih anak sma. Kelas tiga. Bentar lagi gue mau lulus. Gue anaknya menolak segala bentuk kepopuleran entah apapun itu. Gue gak ikut OSIS. Bukan ketua tim basket. Atau badboy yang digilai cewek- cewek. Gue biasa- biasa aja ya walaupun tampang gue ini amat sangat luar biasa. Dan kalau boleh jujur gue punya fans walaupun gue gak mengakui itu. Gue jomblo. Gue belum punya cewek. Tapi gue lagi demen sama satu cewek. Dan kayaknya dia gak tau kalau gue demen sama dia. Karena lo tahu kenapa, karena dia teman sekelas gue. Mungkin kalau dia tahu, dia bisa pingsan. Karena mungkin tampang gue ini gak menunjukkan tanda- tanda kalau gue suka sama dia. Maka dari itu, dia cuma nganggep gue teman sekelas. Dan gak lebih dari itu. Sakit men. Tapi gak papa. Namanya juga ujian. Bidadari gue itu bernama Nada. Dan mulai detik ini gue akan menceritakan bagaimana kisah gue untuk mendekati dia. Gue harap Allah SWT memberikan jalan yang lurus untuk gue, supaya Nada dibukakan pintu hatinya dan mau menerima gue. Amin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines