experiment0245

experiment0245

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 26, 2022
WpInfo
Fiction
Science Fiction
seorang anak perempuan bernama yukira ,yang tiba tiba terbangun di sebuah lab ,lab yang penuh dengan mesin mesin aneh,dimana kah dia berada?
All Rights Reserved
#518
sains
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sekolah di Balik Kabut
  • Senja di rumah sakit senja
  • Rere; Transmigrasi yang aneh [END]
  • you are my first love (Levi x Reader) (END)
  • Connected
  • Ansatsu Kyoushitsu:New life in Anskyou World
  • Under the Ground
  • Naungan Akhir
  • Assassion claroom (ansatsu kyoushitsu)x male reader
  • Another Dimansion

Livia berdiri di depan pintu gerbang SMA Harapan Baru, menatap bangunan besar yang tampak lebih tua dari yang ia bayangkan. Sekolah ini tidak seperti sekolah-sekolah lain yang pernah ia lihat. Gedungnya tinggi, dengan arsitektur kuno dan cat dinding yang mulai memudar. Di sekitar sekolah, kabut tipis menggantung di udara, memberi kesan bahwa segala sesuatu di sini selalu diliputi misteri. Livia merasa cemas, meskipun ia berusaha menyembunyikannya. Pagi ini adalah hari pertama di sekolah baru setelah keluarganya pindah ke kota ini. Sebagai anak yang sering berpindah-pindah tempat tinggal karena pekerjaan orang tuanya, ia sudah terbiasa dengan kehidupan baru, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda. Di dalam dirinya, ada sebuah kekuatan yang tidak bisa dijelaskan, sesuatu yang tidak dimiliki oleh anak-anak seusianya. Sejak kecil, Livia sudah bisa merasakan hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain-suara-suara di malam hari, bayangan yang bergerak tanpa sebab, dan kadang-kadang, ia bisa mendengar bisikan yang membuat hatinya berdebar. Ibunya selalu mengingatkan untuk tidak memberitahukan siapa pun tentang kemampuan ini. Dunia orang biasa, katanya, tidak akan mengerti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines