Kala Binar Menyapa (On-Going)

Kala Binar Menyapa (On-Going)

  • WpView
    Reads 11,814
  • WpVote
    Votes 693
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 19, 2022
Karena kejadian itu, Kalandra merasakan kehilangan binarnya. Harapannya pupus bersamaan dengan kakinya yang tak bisa lagi melangkah. Kalandra merasa hilang arah, dan untuk hidup pun dia merasa enggan Semuanya terlalu tiba-tiba, Kalandra tidak siap, tidak akan pernah siap menjalani kehidupannya yang baru. Laki-laki itu benci menjadi tidak berguna. Benci ketika dirinya merasa tidak berdaya. Untuk itu, Kalandra ingin menyerah, Ingin mengakhiri hidupnya dengan cara memasrahkan diri ke jalanan Berharap akan ada sebuah kendaraan yang melindasnya. Toh, segala kesialan yang dia alami juga disebabkan karena ganasnya jalan raya yang merenggut ruang geraknya. Jadi, kenapa jalan raya tidak sekalian membuatnya mati saja? Membawanya pergi dari kehidupan yang memuakkan. Namun sayang, rencananya untuk mati harus tertunda. Tiba-tiba ada seorang gadis yang menghentikan laju kursi rodanya. Gadis itu mengaku, bahwa dia adalah teman masa kecilnya. Akankah gadis itu mengembalikan binar di kehidupan Kalandra? Atau justru membuat lelaki itu semakin ingin mengakhiri hidupnya karena merasa tidak pantas bersanding dengan gadis yang tiba-tiba ditemuinya? ♡Kalandra Jumantara & Binar Arunika♡ Note : Kuusahakan update 1x seminggu yaa ^^
All Rights Reserved
#3
wheelchair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffee Of My Life
  • Untuk Arjuna[✓]
  • IN BLUE
  • 𝐅𝐫𝐢𝐞𝐧𝐝 : 𝐒𝐮𝐧𝐚 𝐑𝐢𝐧𝐭𝐚𝐫𝐨𝐮 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
  • Kalingga [On Going]
  • I'm NOT OKAY ~ END
  • How to be Your Friend
  • Sajak Lara Kalandra [END]
  • Aranista

Sebuah kisah cinta, kisah persahabatan dan kisah keluarga. Kisah yang menceritakan pahitnya kehidupan saat menjadi dirinya. Dia gadis bodoh yang semakin hari terdesak keadaan. Menjerit meminta tolong pada angin yang tak menghiraukannya. Apa mungkin kalian percaya pada keajaiban sebuah kesetiaan dalam penantian panjang? Ibunya mungkin suatu saat akan meninggalkannya dan pria itu mungkin bukan cinta sejatinya, tapi di sudut ruang dalam setitik cahaya yang menjadi satu-satunya harapan, ia mencoba mengukir akhir kisah yang manis. -- Sakit. Rasanya sakit sekali. Aku seperti menggores tubuhku dengan pisau yang kugenggam sendiri. Namun sebelumnya tanpa kusadari, aku terlebih dulu menikamnya. Lalu, bagaimana cara menolongnya sementara tangankupun tak sanggup lagi bergerak? Apa permintaan maaf masih bisa ditoleransi? -COMPLETED-

More details
WpActionLinkContent Guidelines