







Laras dan Darren belum genap setahun menikah saat segalanya mulai berubah. Darren jadi dingin, terlalu sibuk, dan jauh dari Laras tanpa tahu bahwa istrinya diam-diam sedang berjuang melawan penyakitnya, Laras memilih diam, bukan karena tak percaya, tapi karena takut cinta mereka tak lagi cukup kuat Saat rasa sakit makin parah, Laras pulang ke Surabaya untuk menjalani pengobatan diam-diam. Di Jakarta, Darren mulai merasakan kehilangan. Setelah tahu kebenarannya, ia menyusul ke Surabaya dan mencoba memperbaiki segalanya Meski hubungan mereka tak langsung pulih, Darren perlahan menunjukkan cintanya lagi-menemani Laras terapi, mencukur rambut sebagai bentuk dukungan, dan berusaha menjadi sosok suami yang dulu. Di tengah perjuangan dan ketakutan, mereka belajar saling menguatkan, membuktikan bahwa cinta sejati tak selalu sempurna, tapi tetap ada... meski tak sama.
More details