A hidden grudge

A hidden grudge

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 26, 2022
Jika bisa memilih antara kepergian Papa atau Mama. Maka, aku memilih diriku sendiri yang terlebih dahulu pergi. Aku hampa, jiwaku kosong. Raga telah mati namun masih bernyawa. Berdiri di tengah keramaian pun terasa kesepian. Aku tidak menolak takdir. Namun, sedikit kusesali, kenapa dulu aku memilih takdir ini. Sepahit dan segetir ini. Akankah ada takdir yang indah yang dulu aku pilih, sebelum aku turun ke bumi? Entahlah, yang kutahu aku tidak bisa menyerah sekarang. Sebab, ada nyawa yang berkorban agar aku tetap berdiri di sini di tempat ini. Tempat yang selalu menjadi saksi kepedihan dan seaalku. __Berpura-pura bahagia memanglah sulit, tapi aku pasti mampu. _Queena aqila_ +12
All Rights Reserved
#34
hwcmenulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • magenta [✔]
  • Jodoh Pilihan
  • Senja dan Fajar
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Takdir Cinta (Rizkynda)✔
  • LUKA!
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Dear ABANG
  • Merindukan senja

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines