Dandelions

Dandelions

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 2, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Saat mata itu menatap diriku kurasakan desiran aneh di dalam tubuhku. Saat semua orang memuja ketampanan dan gaya yang ia kenakan tapi itu semua tak berati bagiku. Saat ia tersenyum kurasakan dunia seolah sedang menari indah bersamaku mengikuti irama lagu saat melihat ciptaan Tuhan yang indah ini. Tetapi itu hanya angan-angan semata. Dia tidak bisa aku miliki karena aku tahu pasti itu sangat mustahil. Tuhan tidak adil kepadaku. Disaat semua orang merasakan indah nya jatuh cinta bersama orang yang dicintai nya, tapi mengapa tidak dengan ku Tuhan? Engkau malah menguji ku dengan hal yang paling menyakitkan yang belum pernah aku rasakan.
All Rights Reserved
#299
basketball
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • ALA
  • Eliinaa
  • Hear (Completed)
  • Is There Hope [Completed]
  • For You [END]
  • When Love is Breaking
  • Patah (Telah Terbit)
  • Home (Completed) (Repost)
  • Aku, Kamu dan Hujan

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines