Memaafkan masa lalu memang sulit , Hal itu memang sulit dilakukan tapi bagaimana jika 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 ?
Asteroid Rasalas Andromeda,seorang pria tampan dengan nama yang bermakna RAMAH tapi tidak dengan sifat nya-ia tertutup,dingin,cuek,jutek,judes.
Tapi tidak bisa di ganggu gugat bahwa pria yang kerap di panggil Aster itu tampan ditambah dengan tinggi badan nya yang buat siapapun jatuh cinta dan dia juga adalah kapten basket,tidak sedikit para kaum hawa yang menyukai nya,Semua itu menutupi kenyataan bahwa kalan adalah murid yang malas,bodoh,suka bolos,suka bikin ulah.
orang orang beranggapan hidup pria ini tidak ada warna sedikit pun karena sifatnya yang dingin,cuek dan tidak suka mengenal cinta padahal mereka tidak tahu bahwa pria ini memiliki hidup yang sangat berwarna-dulu.
Dulu, jauh sebelum pria ini masih bersekolah di sekolah nya yang dulu-sekolah yang memiliki banyak kenangan manis dan menjadi saksi kenangan pahit secara bersamaan.
Siapa sangka masa lalu menyakitkan lah yang membuat pria itu menjadi lebih tertutup dan menganggap cinta itu 𝘣𝘶𝘭𝘭𝘴𝘩𝘪𝘵.
Sampai akhirnya......
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘰 𝘱𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘴𝘪𝘯𝘪?" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪?"
"𝘢𝘱𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘤𝘢𝘱𝘦 𝘭𝘰 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘨𝘶𝘦 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘬𝘴𝘢?!"
"........."
[ON GOING]
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
• ASTEROID RASALAS ANDROMEDA
• ZEENA AMALTHEA MATAHARI
"Aku belum sempat mengungkapkan perasaanku , Tuhan lebih dulu mengambilnya dariku. Sialnya aku juga melupakan kenangan saat bersamanya." Ujar Andromeda Elleanor.
Gadis yang di juluki ratu jalanan itu , menangis di atas makam dengan nisan bertuliskan nama GALAKSI ANTARAKSA.
Satu Tahun pria yang bernama Galaksi itu menyatu dengan tanah, satu tahun pula Andromeda mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya Amnesia saat hendak pergi kepemakaman orang yang di cintainya itu. Satu tahun pula ia menjadi gadis bodoh yang mengejar cinta seorang pria bernama Bimasakti Antareksa yang merupakan kembaran Galaksi. Hingga menyebabkan Andromeda mengalami pembullyan di sekolah baru karena menyukai sang Cassanova.
****
"Ketua kita telah kembali." Teriak seorang pria dengan lantang di depan ratusan remaja berjaket hitam.