Banyak Anak Banyak Luka
Sari menikah karena percaya hidupnya akan lebih baik.
Lahir dari keluarga miskin dan tak sempat menamatkan SMP, Sari menerima perjodohan dengan Idris, laki-laki jauh lebih tua yang dikenal agamis dan dianggap mampu membimbingnya. Namun setelah menikah, Sari justru terjebak dalam rumah tangga yang membuat tubuh dan suaranya perlahan hilang.
Idris percaya banyak anak banyak rezeki. Ia melarang Sari ber-KB, menuntut istrinya taat, dan meyakini setiap kelahiran adalah jalan berkah yang tak boleh ditolak. Tapi bagi Sari, setiap kehamilan datang bersama lapar, utang, tangis anak-anak, dan rasa sakit yang harus ia tanggung sendiri.