I'm With The Antagonist

I'm With The Antagonist

  • WpView
    Reads 815,804
  • WpVote
    Votes 59,040
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 27, 2023
Dierja Apuila Ivander atau kerap dipanggil Erja dari kecil dia harus mengalah dengan saudara kembar tidak identiknya Darsa Apuila Ivander karena sang saudara kembar mengalami kecelakaan. Sampai di mana dia harus merelakan dirinya berpisah dengan keluarganya hanya untuk kesembuhan sang saudara kembar. Dan saat tinggal bersama ibu angkatnya dia menemukan sebuah novel dan alangkah terkejutnya bahwa cerita hidupnya sudah tertulis dalam novel tersebut. Dan alangkah terkejutnya lagi bahwa dia hanya pemeran figuran yang akan mati bersama sang antagonis Adonia Gresila Luwis. Seorang perempuan yang selalu mengejar Cinta seorang Darsa Apuila Ivander sang tokoh utama. Namun sayang sang pujaan hati malah memilih hati lain yang tidak bukan sang protagonis Ayudia Lestari. Bagai mana seorang Erja berusaha membuat hidupnya termasuk hidup sang antagonis aman dan berakhir bahagia dalam novel tersebut
All Rights Reserved
#19
kembar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Second chance | Jenric AU
  • AMONIT: THE VILLAIN'S BROTHER
  • Athalia Secret. |Sudah Terbit|
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • The Return of Lost Daughter [END]
  • Aresya Audi ΔEndΔ
  • Sahabat Menjadi Saudara Kembar (SLOW UPDATE)
  • Mania

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines