Cahaya Cinta Untuk Ayra

Cahaya Cinta Untuk Ayra

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 11, 2022
Dalam kondisi terpuruknya, Ayra harus menjalani kehidupan yang begitu menyakitkan. Selalu diremehkan, direndahkan, bahkan dianggap berandal. Tanpa orang lain sadari, Ayra hidup dalam tekanan batin yang menyakitkan. Semua kenakalan dilakukannya, untuk menutupi hatinya yang terluka. Tak ada orang yang mempercayainya selain sang Ibu dan sahabatnya. Kesedihannya bertambah, ketika ia merasakan betapa indahnya mencintai dalam diam. Namun tak disangka, cinta itu menyakiti perasaannya. Tiga kali hampir dilamar, tiga kali pula ia gagal menjadi istri dari lelaki yang awalnya ia yakini dapat menerima dirinya dan menjadi imamnya. Akankah masih ada sedikit cinta yang tulus untuk Ayra? Adakah laki-laki yang benar menerimanya sepenuh hati, serta melengkapi kekurangannya? Ia hanya berharap kepada sang pencipta, semoga masih ada cahaya cinta untuknya, Hasyaira Zelina.
All Rights Reserved
#132
islamicfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Luka Hati Yumna (END)
  • Bukan Negeri Dongeng (END)
  • AZALEA
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • HARA
  • Ahya
  • Menjadi Imam Untukmu✔(Selow Update)

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines