TE-TE-EL (Tongue-Tied Love)

TE-TE-EL (Tongue-Tied Love)

  • WpView
    Lecturas 45
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadConcluida vie, ene 7, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Menjadi seorang pianis adalah impian yang diperjuangkan Alo Fabian, meski ditentang oleh Rohanah, ibunya. Sikap keras kepalanya membuatnya mengambil keputusan untuk tinggal pisah dari Rohanah, di sebuah kos kecil agar dia fokus meniti karir itu. Rohanah pun tidak pernah peduli apa yang diperbuat Al, tak pernah menanyakan kabarnya bahkan memberi kabar pun tidak. Meski demikian, Alo menemukan secercah semangat dan motivasinya dari 'bahasa bisu'; kiriman kartu ucapan dan cokelat untuknya dari seseorang misterius. Elli yang menitipkan serantang kumis kangkung untuk Al kepada resepsionis kantornya, menguatkan dugaan Al bahwa hadiah-hadiah penyemangat misterius yang didapatkannya selama ini adalah dari Elli, teman masa kecil yang memiliki ruang khusus di hati Al.
Todos los derechos reservados
#109
pianist
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jangan Jatuh Cinta Padaku (OnGoing)
  • Love Hate Relationship (Zeedel)
  • 100 days with you [Tamat]
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Noisy, Fiony. [END]
  • Ruang Paham
  • STITCHES

Kirana hanyalah seorang gadis biasa yang hidupnya terlihat damai: kerja kantoran, nongkrong bareng sahabatnya Alya, dan kadang-kadang ditemani oleh Raka, teman dekat yang diam-diam menyimpan rasa padanya. Tapi semua itu berubah ketika dia bertemu Revan - seorang pria asing, dingin, misterius, yang terus-menerus muncul di momen-momen tak terduga dalam hidup Kirana. Saat Kirana menggali lebih dalam, dia menemukan bahwa dirinya bukan hanya korban atau pion kecil. Dia adalah kunci utama dari seluruh permainan ini - sebuah permainan yang melibatkan konspirasi keluarga, jaringan rahasia, dan ancaman yang jauh lebih besar dari yang pernah dia bayangkan. Akhirnya, Kirana berdiri di persimpangan: Haruskah dia memilih cinta, meskipun itu berarti mengkhianati darahnya sendiri? Haruskah dia berdiri melawan keluarganya demi kebenaran? Atau... apakah semua ini hanya permainan yang lebih besar, dan Kirana hanya baru masuk di level pertama?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido