Avoid My Ex Husband

Avoid My Ex Husband

  • WpView
    Reads 15,503
  • WpVote
    Votes 2,172
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2026
Aletta memutuskan menyerah pada pernikahannya setelah mengetahui suami atau kakak yang selama ini sangat dicintainya ternyata mengkhianatinya. Dia kemudian memutuskan untuk me-refreshing-kan diri. Tapi siapa sangka ketika dalam perjalanan pergi menjauh dari hiruk pikuk kota, mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Dia pun meninggal di tempat. Namun, takdir berkehendak lain. Bukannya pergi ke surga atau neraka jiwanya malah terbangun lagi ditubuh seorang putri lemah dan sakit-sakitan dari suatu kerajaan kecil. Masih di dunia yang sama, karena latarnya kerajaan modern. Dia menjadi Aquinn, Aquinn Danzaletta Moreto. Dan tak disangkanya lagi, takdir sungguh mempermainkannya, dia dipertemukan kembali dengan mantan suaminya. Apa yang harus dia lakukan? ****
All Rights Reserved
#391
secondlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines