Darah Berkaca

Darah Berkaca

  • WpView
    Bacaan 22
  • WpVote
    Undian 5
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sel, Jan 4, 2022
Ninda seorang remaja lulusan SMA di kota besar. Ia melanjutkan sekolahnya pada bidang sains. Ia sangat menggemari ilmu fisika. Ketika semester akhir, ia didiagnosis mengidap kanker di kepalanya. Ia harus dioperasi. Tapi biaya operasi terlalu mahal. Orang tuanya tertinggal seorang Ibu saja, Ayahnya terkena serangan jantung saat mengetahui anaknya terkena kanker. Bagi Ninda, ini sebuah pengalaman hidup yang sangat pahit. Jika diibarat kopi, mungkin lebih pahit hidupnya. Tapi Ninda harus tegar. Ninda masih memiliki seorang Ibu dan dua adiknya yang masih kecil. Ninda harus berjuang untuk dirinya dan keluarganya.
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Black Code (Lima)
  • Blue Trapped In BL Novel
  • Suddenly Becomes Samara In The Novel
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]
  • The Minor Waltz
  • mandiri tanpa sosok ibu
  • ✔️Become The Main Character's Sister : Transmigration Story
  • Kopi pahitku
  • DANADYAKSA

~lanjutan cerita ~TEMAN LAMA ~ "Jadi mereka tetap mati walaupun aku sudah bersusah payah menyelamatkan mereka" ucap Aqilla seraya menyilangkan kakinya dan mengankat tangan kanan untuk menopang dagu "ini bisa jadi masalah besar" Aqilla menatap intens siluet pelaku yang tertangkap kamera cctv tanpa dia sadari rupanya makan malam telah siap dan Haris berteriak memanggilnya dari dapur, Aqilla langsung mematikan tv dan bergegas ke dapur bergabung bersama saudaranya untuk menyantap makan malam, Aqilla tersenyum saat melihat makanan di depannya ~ "semua teman mu sudah kakak hubungi, teman yang mana?" tanya pria berkacamata sambil menatap sinis adik perempuannya yang basah kuyup "amm..." Aqilla berusaha mencari jawaban yang tepat agar kakaknya tidak curiga, tapi sialnya otak dia tidak bekerja dengan benar yang membuatnya hanya diam, "kamu habis dari kafe kan" tuding pria yang awalnya duduk bersandar pada sofa kini menegakkan duduknya menambah kesan penuh karisma yang membuat Aqilla takut Faktanya dia memang dari kafe yang dimaksudkan oleh ke dua kakak laki-lakinya, tapi dia bukan sekedar pergi menghabiskan uang di sana, dia ikut kerja sambilan dan jam kerja yang di berikan pada anak SMP sepertinya adalah sore hari agar tidak mengganggu jam sekolah, awalnya dia tidak diizinkan bekerja karena belum cukup umur tapi karena dia terus datang dan berteman baik dengan semua pegawai serta bos kafe, Aqilla akhirnya terdaftar sebagai pelayan. ~ Dia merasa senang bisa mendapatkan keluarga baru seperti mereka, tapi semua tidak akan berlangsung lama jika rahasia Aqilla terbongkar tanpa dia sadari senyumannya telah sirna dan digantikan dengan wajah datar, Aqilla mengingatkan kepada dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga yang telah mengadopsinya agar tidak terulang kembali kejadian dimasalalu yang menimpa orang-orang baik yang mengadopsi Aqilla sebelumnya, jadi dia harus memainkan perannya lebih bagus lagi agar atasannya tidak mengajukan protes.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi