We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Just Me [ZEELIN]

Just Me [ZEELIN]

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 5, 2022
WpInfo
Fanfic
NCT
"KAN GUA UDAH BILANG SAMA LO! JANGAN PERNAH LO REBUT KEBAHAGIAN GUA. Maupun itu Ayah, Bang Nuca, sama Jevan!" Kala itu Zeelin sedang memegangi pipi nya yang sakit akibat tamparan dari Bianca "Bisa ngga gauah drama depan ayah? gua muak liat lo, mending lo pergi dari keluarga ini. Gada lagi yang mau lo di sini bahkan Bang Nuca sekali pun". Ucap Bianca sarkas . Zeelin cuman diam dalam hati. Bertanya kapan kebahagian akan datang padanya? 'bunda, bunda di mana Zeelin mau bunda'-- Zeelin
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • BERTAHAN UNTUK MATI
  • Five wishes! [SM Family]
  • Young Master | Zong Chenle
  • Lagu untuk, Matahari  || Lee Haechan✔
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • keluarga Andra
  • Tatkala Senja Memanggil Pulang [Proses Terbit]
  • MFS ✓

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines