Hot Choco And The Street

Hot Choco And The Street

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 26, 2022
Cokelat itu, manis. secangkir kelat panas, lebih manis lebih mantab. Putri menyukainya. Tetapi jika masa lalu menghampiri, bagaimana? Semoga secangkir cokelat panas mampu membantunya. ----- Shallyna Putri, seorang karyawan dalam suatu perusahaan desain di Jakarta. Pekerja Keras, ceria, suka secangkir cokelat panas, suka buku. Suatu hari ada sebuah proyek yang melibatkan dia dan secara tidak sengaja membuatnya bertemu dengan sosok di masa lalunya. Chivalry Putra, seorang pemilik bisnis fotografi. Bisnisnya sudah punya nama, studio sendiri yang semua orang sangat tertarik untuk mengunjungi studio itu. Suatu hari kantornya mendapatkan undangan untuk berpartisipasi dengan sebuah proyek yang membuatnya membuka penyesalan masa lalunya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SHELTER (Completed)
  • Jatuh Cinta Sama Elo?! NO WAY!
  • A Bouquet for the Scientist.
  • As Possible
  • The Cool & Possesive Kakel
  • My Love Partner Asing(CEO)
  • Perjanjian Hati - Brown Afternoon Colorful Of Love NOVEL EDITION
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • CINTA KELANA
  • INHIBITOR KOROSI (TAMAT) ✔️

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA♡] Bagaimana jika ada seorang cowok yang menyatakan cintanya dengan mengajukan amplop coklat berisi; surat lamaran, CV, fotokopi kartu identitas, fotokopi kartu asuransi kesehatan, sertifikat, fotokopi ijazah terakhir yang sudah dilegalisir, dan pas foto berukuran 3 x 4? Apakah persentase diterima jauh lebih besar daripada cowok yang menyatakan cintanya lewat bunga dan bualan kata mesra? Mari selesaikan bersama-sama sebuah cerita yang berawal dari sebuah amplop coklat berjudul Shelter yang artinya akan kalian ketahui jika membaca part satu wkwk aku yang nulis, kalian yang baca. Kalian yang nulis komentar, aku yang membacanya---sekaligus membalasnya kalau lagi di bumi yaa. Ayo mari kuy! Salam, Duta Klepon. Alipe Palembang, jam dua belas malam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines