Istikharah Cinta

Istikharah Cinta

  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 11, 2023
"Tanyakan pada Tuhan mu Salma. Bolehkan aku yang bukan umat-Nya, tetapi mencintai hamba-Nya." Tubuhku menegang kaku. Sudah waktunya kah? Aku belum siap ya Allah. Aku tidak ingin menyakitinya. Tapi mengapa dia dengan lugas mengatakan perasaanya padaku. Sebelumnya tidak pernah. Apa yang harus ku jawab. " لَـكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْن "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." Q.S Al-Kafirun Ayat 6. Agama kita jelas berbeda Marteen, dan kamu tahu itu. Tolong jangan menempatkan ku pada situasi yang sulit." "Kamu hanya tinggal mengatakan ya, atau tidak. Tidak ada yang menyulitkanmu." "Jangan membuatku terpaksa menyakitimu yang nantinya hanya akan membuat mu membenciku. Aku tidak ingin persahabatan kita berempat rusak hanya karena kamu menaruh hati padaku." "Apa yang salah dengan mencintai seseorang?" Tubuhku bergetar. Tuhan aku ingin menangis. "Jalan mu yang salah. Banyak wanita yang jauh lebih baik daripada aku. Yang seiman dengan mu. Yang bisa bersanding dengan mu dan pastinya bukan aku. Aku selalu berdo'a semoga kamu mendapat yang terbaik." "Tapi bagiku kamu yang terbaik. Tidak akan ada yang bisa menggantikanmu di hatiku." Aku menetralkan nafas ku yang tidak beraturan. Tenggorokan ku terasa tercekat karena menahan tangis sedari tadi. "Terkadang Tuhan menguji umat-Nya dengan cinta beda agama. Hanya untuk memastikan apakah umat-nya lebih mencintai pencipta-Nya. Atau ciptaan-Nya." Aku sedikit takut melihat Marteen yang mengepal kan tanganya di bangku halte. Apa dia ingin menyakitiku? Tidak! Marteen bukan orang yang seperti itu. Aku sedikit bernafas lega karena Marteen tidak membalas perkataan ku. Ya Allah, semoga Marteen sadar bahwa perasaanya selama ini untuk ku adalah sebuah kesalahan. Mana orang yang akan menjemputku? Mengapa lama sekali? "Bisakah kamu bilang pada Tuhan mu Salma? Aku hanya mencintai hamba-Nya. Bukan merebut dari-Nya." Hatiku kembali berdesir mendengar kata-kata lirih yang Marteen ucapkan.
All Rights Reserved
#41
cintahalal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TERHIMPUN RINDU~dalam  sujud cintaku
  • Kusebut Namanya Dalam Akad
  • Dia dan Doa
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Dia Khadijahku[END]
  • di akhir perang
  • New Love
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)

Sebuah kisah cinta mengusung rindu bertahun lama, terhimpun pada setiap sujud namun ia menjadi puing-puing yang berserakan saat fitnah dan dusta bagai kain nipis yang melangsiri antara dua jasad dan jiwa ingin bersatu. Halus dan licik. FIRMAN. Saat berkelana mempertemukannya dengan Fusaylah, Birgitta namun dia terkesan dengan kemunculan semula Zafeya. Kehadiran Zafeya bukan sesuatu yang kosong pada dirinya. Firman teruji rasa yang hebat, bila sang gadis bukan sahaja menolak cintanya, tetapi juga membuang cinta TUHAN! ZAFEYA. Saat citra muslimahnya dibadai ujian cinta manusiawi, dia merasakan tuhan amat kejam. Dia dilanda krisis kepercayaan, lelah dan terhanyut sehingga dia begitu tega mempersoalkan sifat Ar-rahman dan Ar-rahim tuhan. "...dan usahlah berkata bahawa tuhan itu tidak akan membebani hambanya dengan ujian yang tidak mampu dipikulnya. Demi tuhan, dia lebih mengetahui bahawa saya lemah dan bisa larut dalam derita berpanjangan begini, tapi kenapa dia masih memberi saya ujian ini? Bukankah ini bermakna dia zalim?"~Zafeya Ayat surah Al-Baqarah ayat 286 itu dipersoal membuatkan Firman beristighfar lebih panjang bersama nafas yang beralun kesal. Hatinya benar-benar runtun menghadapi kata-kata yang dilanda krisis kepercayaan. Zafeya sedang parah, tapi di sisinya, apa yang mampu dia lakukan? Adakah dia harus mengherdik gadis itu kerana penafiannya tentang kewujudan tuhan? Atau apakah dia perlu mendiam diri saja lalu melihat gadis itu terus hanyut dalam rasa putus asanya terhadap tuhan? Dalam menuntun kembali Zafeya agar seiring dalam meraih cinta tuhan, dia juga tersepit dengan cinta Najlah yang tidak pernah terhenti buatnya. Saat fitnah bersebaran, cinta kian berantakan dan mereka bergelut rasa ingin memiliki dan rela melepaskan. Mampukah mereka menyatu dalam rindu yang terhimpun? 500 Naskhah terhad. Dapatkan segera, sehingga 1 april 2019.

More details
WpActionLinkContent Guidelines