kalahnya pesonamu

kalahnya pesonamu

  • WpView
    Reads 578
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 22, 2015
"Berpura-pura itu menjijikan, kamu tau? tidak tau? atau berpaling tidak menyadarinya?" ucap zeeya dengan nada sinis. treet! itulah komitmen yang selama ini menghantui pikirannya. rasa takut, khawatir, kegelisahan, itu hanya sebuah bumbu rasa yang lumayan gurih untuk sarapannyaa.Belum lagi kesalahfahaman dari cinta segitiga yang sedang ia tapaki. ia berharap ada secangkir teh yang cukup manis. namun ia harus menelan ludah, karena yang ada di depannya, secangkir kopi panas dan pahit. tolol, kenapa hati ini mudah tetjatuh?. jatuh cinta pada orang yang salah, sama sekali tidak menarik ! apalagi menyenangkan, sangat jauh. perhatian hanya di anggap makanan basi yang siap untuk di muntahkan. senyum manis hanya umpan, untuk dia berbual kasar. dia berkata, " aku takut kamu mencintaiku". " laki-laki pengecut, kamu terlalu bodoh. ketidakpekaanmu membuat predikat tsb menjadi lebih sempurna". teriak zeeya dngan halus,ketika tamparan mendarat di pipi fais. *-*
All Rights Reserved
#73
faisal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • LOVE in SILENCE
  • ARUMILA
  • syanin
  • Om, Ayo Nikah!
  • Sebuah Titik : SAGARA
  • Let Me Love You Longer
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • ANGKASA

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines