NARRA
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 30, 2023
Narra hanya perempuan biasa yang punya banyak mimpi namun tidak ambisius. Berkali-kali gagal dan mengalami hal yang menyakitkan, membuat Narra enggan untuk maju. Tapi di sisi lain dia tahu bahwa dirinya tidak bisa terus menerus berada di zona nyaman, walau takut dia harus tetap keluar. Mungkin bagi sebagain orang hidup itu terlihat sangat mudah, namun bagi kebanyakan orang hidup itu sangat sulit. Jangankan untuk berlari dalam mengejar mimpi, merangkak sedikit demi sedikitpun sudah menjadi pencapaian yang besar. Yah begitulah.. Pahit manisnya hidup biar saja Narra nikmati sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naura & Lukanya
  • Kekasih di Kehidupan Lalu
  • Penantian di Ujung Harapan
  • My Little Glass (ONE SHOOT) END
  • TRAUMA
  • Nathalea
  • ~''NARA''~
  • TERGAPAI TAK TERCAPAI
  • Humanize Human

⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura dan Lukanya adalah cerita tentang seorang perempuan yang terlalu lama memeluk lukanya sendirian. Tentang hati yang terbiasa pura-pura kuat, meski diam-diam hancur setiap malam. Naura tumbuh bersama kehilangan, kekecewaan, dan rasa sakit yang perlahan mengubahnya menjadi seseorang yang sulit percaya bahwa dirinya pantas dicintai dengan utuh. Hingga sebuah pertemuan yang awalnya terasa salah mempertemukannya dengan seseorang yang tidak pernah ia duga akan menjadi rumah. Pertemuan yang datang di waktu paling kacau, dengan cara yang tidak baik-baik saja, namun justru membawa mereka saling menemukan bagian diri yang selama ini hilang. Ia hadir bukan untuk menghapus luka Naura, melainkan menemani setiap proses sembuhnya. Memahami semua sisi rumit yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetap tinggal ketika dunia memilih pergi. Dan untuk pertama kalinya, Naura belajar bahwa dicintai tidak selalu harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Karena terkadang, orang yang tepat datang bukan dengan cara yang indah. Namun hadir di saat paling hancur, lalu perlahan mengajarkan bahwa luka juga pantas dipeluk, bukan disembunyikan sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines