Senja

Senja

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 16, 2023
Ikhlas Satu kata yang mewakili ku saat ini. Apapun yang ku punya harus ku ikhlaskan. Aku Claura Senja Atalarik, si wanita tangguh yang terlihat dari luar namun kenyataanya tak sesuai ekspektasi. Banyak yang ingin menjadi diriku, yang ingin berada di posisi ku, tetapi nyatanya aku adalah aku, aku yang harus merelakan lalu mengikhlaskan apapun yang aku punya satu persatu, mau itu barang ataupun seseorang. Diriku bukan orang yang cepat mengikhlaskan sesuatu apalagi mengikhlaskan seseorang, dan juga diriku tidak menyesal memberinya hanya saja diriku belum ikhlas. Mungkin kebahagiaanku sama seperti namaku yang hanya hadir sesaaat. Claura "Senja" Atalarik Seperti senja yang hanya muncul sesaat, hadirmu juga hanya datang sesaat lalu pergi dengan membawa luka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peluk Aku, Tuan
  • Benalu [Terbit]
  • SENJA TERAKHIR[Hiatus Sementara]
  • Cerita di Balik Senja
  • Senja dan Jingga
  • Full Of Scratches
  • Kinara
  • DEAR CAKRAWALA
  • DANADYAKSA
  • Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END]

Fazeta Aurelina Wijaya, gadis yang tumbuh di keluarga tanpa cinta, hidupnya penuh luka dan ketakutan yang ia sembunyikan rapat-rapat. Baginya, cinta hanyalah ilusi yang mematahkan, sesuatu yang tak pernah ia percaya. Zeta menyimpan segalanya sendiri-luka, ketakutan, dan rasa hampa yang mendalam. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang mengerti, sampai Atharva Kaizar datang dalam hidupnya. Atharva, anak laki-laki yang terlihat nakal, keras di luar, tetapi ternyata memiliki sisi lembut yang mampu melihat retakan dalam hati Zeta. Ia tidak berusaha memperbaiki Zeta, tetapi hadir di sampingnya, menawarkan kehangatan yang tidak pernah Zeta rasakan sebelumnya. Dan perlahan, Zeta menemukan kekuatan di balik senyuman Atharva, keberanian untuk menghadapi rasa takutnya, dan alasan untuk tetap bertahan. Dia mulai percaya, meski dengan hati yang masih dipenuhi luka. Ketika rasa takut akan kehilangan mulai menghantui, Zeta menuangkan segalanya dalam sebuah karya tulis. Sebuah cara untuk mengabadikan Atharva, agar jika suatu hari dia benar-benar pergi, Atharva tidak akan hilang sepenuhnya dari hidupnya. Dalam goresan pena, ia menulis, "Jika kau menemukanku tersesat dan tak tahu akan kemana, tuntun aku. Jika kau menemukanku disaat aku sedang menangis tersedu-sedu, tenangkan aku. Jika kau menemukanku terperangkap di ruang gelap dan tak ada seorang pun di sana, peluk aku, Tuan..." Bagi Zeta, Atharva adalah jawabannya, pelukannya adalah tempat pulang, dan senyumannya adalah cahaya dalam ruang gelapnya. Namun, apakah Atharva akan selalu ada untuk Zeta? Atau takdir punya rencana lain yang lebih sulit mereka terima? "Peluk Aku, Tuan" adalah cerita tentang luka, cinta, dan keberanian untuk percaya kembali, meski hati telah hancur berkali-kali. Di tulisanku, dia itu nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines