I'm Not Perfect Women

I'm Not Perfect Women

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 22, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Seperti Bumi, Neptunus dan Pluto itu lah yang dialami Bealine, gadis dengan sejuta pesona yang mampu membuat lelaki tunduk dengan satu senyuman simpul. Kaya, cantik, serta populer siapa yang tidak cemburu dengan Bea? Lahir dari keluarga Marvelues membuat Bea dengan sangat mudah mendapat 'kan apa yang ia inginkan, semua memujanya bagaikan kicauan burung yang saling bersautan. Julukan The Prefec Women membuat Bea semakin dipuja dan ditiru oleh para wanita dari berbagai kalangan, dari fasion serta kecantikannya yang selalu menjadi trending topik. Namun, semua berubah. Popularitas yang Bea banggakan lenyap seketika, semua orang beramai-ramai meninggalkan Bea sendiri. Bahkan semua anggota Marvelues dan Xia sang adik yang merebut Bangas dari sisinya. Sekarang Bea hanyalah seperti ploto, yang sangat kecil dan hilang dari tata surya. Semua pergi meninggalkannya sendiri.
All Rights Reserved
#318
suami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • 36 days with you {saida} [End]
  • KANATA
  • Red Flag : Love That Binds
  • Bee, Mine! (End)
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • F dan Z  ( and )
  • ChikoElvana

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines