SUPER HERI (Upgrade)

SUPER HERI (Upgrade)

  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Mar 6, 2026
Genre: Adult Romance | Boys Love | 18+ Andromeda Pratama, arsitek muda berbakat yang baru pindah ke Jakarta, berusaha menata ulang hidupnya setelah hubungan toksik yang menghancurkan hatinya. Ambisi kariernya melejit, tapi kehidupan pribadinya justru kosong. Sampai ia bertemu Heri. Personal trainer bertubuh kekar dengan senyum nakal dan tatapan penuh tantangan. Pertemuan mereka yang tidak disengaja berubah menjadi kedekatan yang semakin sulit dihindari. Dimulai dari obrolan santai, makan malam sederhana, hingga sentuhan yang tak lagi bisa dianggap kebetulan. Namun, apakah Heri hanya pelarian sesaat? Atau justru jawaban dari luka masa lalu Andra? Super Heri bukan hanya tentang gairah dan tubuh yang saling mendambakan, tapi juga tentang : Trauma pengkhianatan Kerinduan akan kehangatan Maskulinitas dan kerentanan Dua pria yang sama-sama takut kehilangan Novel ini mengandung adegan dewasa eksplisit dan hanya diperuntukkan bagi pembaca 18+.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines