Monochrome! [END]

Monochrome! [END]

  • WpView
    LECTURAS 8,574
  • WpVote
    Votos 479
  • WpPart
    Partes 42
WpMetadataReadConcluida lun, mar 18, 2024
"Memangnya kenapa kalo lo hidup di antara hitam dan putih? Lo cuma perlu mewarnainya, jangan malah menjadikannya abu-abu." - Regan Adelio Abian Di saat semua anak perempuan menganggap ayah adalah cinta pertamanya, tetapi tidak untuk Fayolla. Banyak yang bilang, ayah mana yang tega merusak mental dan fisik anaknya? Namun, kenyataannya memang seperti itu. Fisik dan mentalnya dirusak, oleh laki-laki yang pernah ia anggap sebagai cinta pertama. Tidak seharusnya ia menerima perlakuan buruk dari sosok laki-laki yang seharusnya menjadi pelindung. "Soal kenapa aku benci ayah, dulu Bunda pernah bilang; membenci atau mencintai seseorang itu bisa berawal dari hal yang paling sederhana, atau bahkan tidak ada alasan khusus kenapa orang itu harus dibenci atau dicintai, karena setiap manusia memiliki sudut pandang yang berbeda." Tujuh tahun lamanya, ia berusaha menyembunyikan kisah kelam yang selalu memenjarakannya pada jurang keputusasaan. Lantas, bisakah Fayolla bangkit dari segala keterpurukannya?
Todos los derechos reservados
#289
mentalilness
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Hidden Scars ✓
  • Buku Diary Dalam Rumah Kayu ( Tamat )
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • ALEXON [END]
  • I'm Alessa
  • YANA&GALANG [Tamat]
  • SKRIPSUIT  ✔
  •  HAZELA
  • Scond Life Fake Nerd

"Aku tidak pernah tahu, alasan apa yang benar-benar membuat seseorang memutuskan untuk pergi. Dan aku memang tidak mau mencampurinya. Tapi aku belajar suatu hal. Apapun alasannya, pergi ataupun kembali tetap menyisakan perpisahan dalam hati." -Aca- "Makasih Dai udah ngasih pembelajaran penting dan nolongin aku di novel bayangan. Maaf karena aku udah lancang ketemu sama ayah kamu. Aku harap suatu hari nanti kamu mau menerima ayah kandung kamu. Makasih udah jadi putri dari sahabat ayahku. Makasih udah mau bertahan dengan sikapku. Kini akhirnya kita bisa kembali ke dunia nyata. Meski aku udah nggak punya ayah-ibu lagi, setidaknya aku masih bisa punya ayah kamu, yang sekarang jadi tempat curhat aku meski dalam tahanan. Semoga suatu hari nanti kamu bisa ngerti perasaan aku yang sebenarnya." -Andrian Wicaksana- "Makasih An, karena kamu udah buat aku ngerubah pandanganku terhadap ayah kandungku. Tapi maaf , karena sampai saat ini aku masih berusaha buat nerima ayahku sendiri. Suatu saat nanti jika aku udah siap, orang kedua yang aku ajak adalah kamu. Kenapa? Karena orang pertama yang aku ajak adalah diri aku sendiri. Semoga kedepannya hubungan ini bukan hanya sekedar ikatan bohongan." -Daika-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido