Jodoh Lima Langkah

Jodoh Lima Langkah

  • WpView
    مقروء 1,010
  • WpVote
    صوت 72
  • WpPart
    فصول 5
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أحد, ينا ٨, ٢٠٢٣
Lagi - lagi telingaku mendengar nama itu disebutkan akhir - akhir ini. Baru saja aku mendengar mamaku menyebutnya setelah tadi malam teman-temanku saat main ke rumah juga membahasnya. Selama ini aku tidak pernah menggubrisnya, bahkan sama sekali. Walaupun ada saja temanku yang cerita kalau menaruh hati pada perempuan itu. Tapi yah seperti yang aku katakan tadi, aku tidak peduli, siapapun dia. Menariknya adalah kami sering berada di organisasi yang sama, sering juga terlibat dalam kepanitiaan di komplek tempat tinggalku. Dan tahu tidak, perempuan itu menjadi sekretaris kepemudaan dimana aku menjabat menjadi ketuanya. Tapi ya itu, entah aku yang cuek atau apapun itu istilahnya, aku tidak pernah memperhatikannya. Hingga sampai ke perkataan mama yang memujinya tadi malam yang entah kenapa membuat hatiku menjadi penasaran. Yah, dia adalah Kinanthi.
جميع الحقوق محفوظة
#97
rapat
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • In the Silence of Dhoho, He Heals
  • Angel To Raya (END)
  • You Are Not My Lover
  • Anugrah Azizah
  • ELEGI ASMARA
  • AKU DAN KAMU CINTA ♡
  • SELINDUNG
  • Gak Di Sangkah Ternyata' Aku Di Jodohkan Dengan Dirinya
  • SASHI
  • Tentang Kamu, Nadia

Aku selalu percaya, kota-kota kecil punya cara tersendiri untuk menyimpan rahasia. Bukan karena jalanannya sempit atau orang-orangnya terlalu sibuk mengurusi hidup orang lain-tapi karena tak ada tempat untuk melarikan diri selain ke dalam diri sendiri. Di kota ini, cinta seringkali tidak disuarakan. Ia tumbuh diam-diam di bangku taman yang menghadap pertokoan tua. Ia menggantung di langit sore Jalan Dhoho, bersama aroma kopi dan suara motor yang tak pernah berhenti. Ia singgah di antara pesan-pesan yang tak pernah terkirim, dan pertemuan-pertemuan yang terlalu cepat berakhir. Aku dan dia-kami adalah bagian dari diam itu. Tak pernah benar-benar mengakui, tapi terlalu dalam untuk disebut hanya "teman". Lalu waktu mencuri semua hal yang tak sempat kami perjuangkan. Dan seperti kebanyakan cerita di kota ini, kami berakhir tanpa gaduh. Tanpa drama. Tanpa suara. Hanya sunyi yang tetap tinggal. Dan kenangan yang pelan-pelan berubah menjadi luka.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى