SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 29, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Menikah dengan laki-laki super cuek dan dingin bukanlah cita-cita Raras Ayu Syarif. Apalagi laki-laki tersebut adalah teman dan tetangganya sedari kecil. Perjodohan antara Raras Ayu Syarif dan Manggala Damar Prasetyo sudah di atur oleh kedua belah orang tua sejak dulu. Satu atap dengan Gala yang cuek dan dingin membuat Raras sedikit takut dan canggung karena jujur saja Raras merasa tidak begitu akrab dan kenal dengan Gala. Menjalankan peran sebagai pasangan suami istri dari perjodohan tanpa landasan cinta. Akankah cinta akan hadir di antara mereka? Atau sebenarnya cinta sudah hadir tanpa mereka sadari?? ❤❤❤ Cerita pertama saya... Semoga kalian suka 😘😘😘
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mr. & Mrs Albrecht
  • Tuan Muda: Ragatama
  • INDIFFERENT HUSBAND
  • Bos galak perjodohan ceo
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Adeeva dan Arga
  • Kekasih Halalmu [SUDAH TERBIT]
  • #5 Reasons Why I Love You - END
  • FIRST YOU AND ONLY YOU

Arga baru saja melangkah keluar kamar, ponsel yang sempat tertinggal kini sudah di tangan. Namun begitu ia membuka pintu, langkahnya terhenti. Sosok itu sudah berdiri di ambang pintu-dengan senyum licin yang terselip di sudut bibir merah basahnya. "Mas, sebentar..." ucapnya lirih, lalu tanpa ragu memutar kunci pintu hingga terdengar bunyi klik yang terasa nyaring di tengah keheningan. Ia lalu berbalik, perlahan, seperti sengaja mempermainkan waktu. Tatapannya menusuk tajam, lembut tapi memabukkan. Langkahnya mendekat, tumit sepatu kecilnya menjejak lantai dengan bunyi halus yang menggema di kepala Arga lebih dari yang seharusnya. Ia mendekat... dan terus mendekat-hingga napasnya menghangat di kulit wajah Arga. Saat jarak hanya tersisa desah, ia berjinjit lalu melingkarkan tangannya ke leher Arga. Tubuh mereka kini bersatu tanpa celah, dan hidung mereka bersentuhan. Arga yang refleks merangkul pinggang ramping itu tahu, ini adalah awal dari sebuah ujian yang tak diajarkan di kitab-kitab kuning pesantren. "Aku lagi pengen, Mas. Sekarang," bisiknya nyaris tak terdengar, namun cukup untuk membuat darah Arga mendidih pelan. Bibir itu mencium bibirnya-hangat, basah, berani. Bukan ciuman biasa. Ciuman perempuan yang tahu pasti bagaimana caranya merobohkan benteng pertahanan laki-laki yang selama ini berdiri dalam istighfar. Arga sempat hanyut, meski sesaat. Tapi nurani santrinya masih hidup. Ia menarik diri perlahan, menyisakan napas yang masih beradu, dan dekapan yang belum ingin dilepas. "Jangan di sini... rumah Ayah, nanti mereka nunggu kita kelamaan," bisiknya, berusaha terdengar tenang padahal dadanya bergemuruh. "Mereka pasti ngerti. Kita suami istri, kan?" bisiknya menggoda. "Sekali aja, Mas... aku udah nahan dari tadi. Aku pengen kamu. Banget." Arga menunduk. Nafasnya dalam. Istighfar meluncur di batin, cepat dan berulang. Tapi yang satu ini bukan setan-ini godaan yang berwujud indah, harum, dan nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines