Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
thunderstorms '21

thunderstorms '21

  • WpView
    Leituras 39
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mai 15, 2022
WpInfo
Ficção
Romance
"You hold so much sadness in your eyes. I can almost touch the scars of your soul and cry." "So?" "Please, let me embrace you. With all of my loves that i can give for you, Gistara." "No... you can't." Albi tak kuasa menatap tulusnya dua pasang bola mata yang tertuju pada dirinya saat ini, dan merengkuh Sang Empu-Mahna dalam gelap semesta dirinya.
Todos os Direitos Reservados
#118
sedu
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Memories in Moon
  • SEVEN ✔
  • Rainbow
  • Just Say Good Bye? [On Going ]
  • Cinta Dua Waktu
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Perihal Sandwich(End)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Nimbostratus || Garavy [END]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo