HER [21+]

HER [21+]

  • WpView
    Reads 147,880
  • WpVote
    Votes 1,194
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 6, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang pemuda menampilkan senyum miring sembari matanya melihat ke layar komputer yang menayangkan video gadisnya tengah tertidur pulas. Ia lalu menyedot sebatang tembakau yang ada di tangan kanannya, meniupkan asap ke atas sambil tetap fokus mengamati layar komputer di depannya. "Lo cantik banget Nay." Tw! this story contains about bdsm, sex, etc. Minor do not interact! Start: 17 Agustus 2023 Finish: -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Side Bianca 18++
  • The Only Mine [END]
  • I Win You (21+)
  • ENAMOUR
  • Mr. Black (END)
  • I Want You : Gay Dan Janda

Kerasnya kehidupan kota seperti tidak memberikan pilihan pada seorang gadis bernama Bianca N Illeana untuk dapat bertahan seorang diri. Workaholic ini merasa bahwa seorang perempuan tidak membutuhkan laki2 dalam kehidupannya. Keberadaan Sellen, sahabat sekaligus patner kerjanya benar-benar sangat membantu. Sayang, kali ini dia salah memilih bala bantuan. Adalah Abbias Van Damaresh. Laki2 blasteran Spanyol yang kemudian menjadi pemicu sisi lain dari seorang Bianca. *** "Siapa kamu!" Tanya Bianca tersadar. "Apa masih penting. Bukankah kita sudah menghabiskan malam bersama" "Aaaaaaaa!" Teriak Bianca frustasi. "Tidak2, ini cuma mimpi" "Kenapa? Menyesal?" "Oh Shit!, Ini bukan mimpi" Umpatnya saat mendapati ada rasa yang aneh dibagian bawahnya. "Apa yang kamu lakukan. Ah ya Tuhan!" Dia memohon, semoga ini hanya perasannya saja. "Kamu menggodaku. Apa dayaku" "Astagaaa... Pasti aku mabuk. Ah, ck aaahhh!" Bianca segera bangkit dan mencari pakaiannya lalu mengenakannya. "Kenapa kamu minum jika tidak terbiasa?" "Diam. Ah sial" dia terus mengomel. "Kamu tidak memintaku tanggung jawab" tanyanya lagi. "Jangan bilang kamu?" Tanya Bianca terpaku. Dan tidak perlu dijawab saat mata lelaki itu mengarahkan matanya pada noda merah di ranjang putih hotel. "Sial! Oh Mike, maafkan aku" lemahnya merasa bersalah. "Maaf, aku tidak bisa menahan diri, kau terlalu banyak menggodaku" "Diam kau Sialan. Lupakan semua ini. Ingat. Jangan cari aku. Sial sial siallll!" Kesal Bianca lalu keluar. "Wanita aneh" *** Mohon maaf ya readers Explicit scene sudah unpublish. Jdi silahkan berimajinasi masing2. 😁 Warning!!! Typo bertebaran, Minta maaf dulu sebelum tertangkap basah ? Harap maklum ? Masih pemula belajar nulis. Murni imajinasi, so saling menghargai dan no copy yak guys.... Bagaimana cara kita menghargai orng lain adalah brntuk kita menghargai diri sendiri. ?? --------------------0000000--------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines