Waltz and The Orange Head

Waltz and The Orange Head

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 14, 2022
Jeno mematung, menatap mata dengan kerlip dihiasi helai bulu mata lentik menggelitik perutnya itu, hanya berjarak kurang dari satu senti, mata itu perlahan menutup bersamaan dengan tarikan pada tengkuknya. Jeno menderita sinusitis, membuat dia seringkali meledak-ledak jika seseorang dengan tidak tahu diri merokok di depan wajahnya. Tapi bibir dengan bau nikotin itu ia biarkan menyesap bibirnya seperti orang itu menyesap puntung rokoknya. Bertanya-tanya apakah manusia di depannya juga bisa merasakan susu pisang yang baru saja Jeno minum ketika jam istirahat tadi seperti Ia bisa menyesap rokok rasa beri dari belah bibir Si Rambut Oranye. Jeno masih mematung, membiarkan angin bulan Oktober menerpa helai oranye di depan matanya, menghantarkan harum kolonye yang wanginya persis sekali seperti harum yang sering Na-Eun keponakannya pakai. Bertanya-tanya bagaimana kolonye anak bayi bercampur rokok rasa beri bisa buat kepalanya berputar seperti ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Great Palace | Nomin☆
  • BULLY INTO LOVE  {{NOMIN}}
  • Rewrite The Star || NCT WISH {END}
  • paper hearts ; nomin
  • KOS MEWAH : MEPET SAWAH
  • positions. | JenoJaemin
  • Forgive Me, Nat
  • The Blooming Roses; Jaemjen
  • Fading Echoes [NoMin]

nomin ancient greek content! jeno kecil tahu, rasa aneh menggelitik ketika melihat jaemin tersenyum itu salah. tapi jeno dewasa tidak mau tahu, selama ia masih bernafas, selama ia belum ditarik kranos ke neraka, ia akan tetap menjaga laki-laki itu dalam genggamannya -lowercase- original story by woodzyjeno

More details
WpActionLinkContent Guidelines