Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 8, 2022
"Sudahi. Biarkan aku menjadi Bumi dan kau Matahari. Izinkan aku tuk bisa memandangmu, meski belum bisa membersamai. Ketahuilah ... doa senantiasa terpanjatkan agar kelak, Sang Kuasa menyatukan aku dan kamu dalam ridho-Nya. Meski tidak, aku percaya, Tuhan akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik." Apa yang kamu pikirkan saat mendengar angka dua? Diduakan? Mendua? Atau ... harus memilih salah satunya? Dalam kisah ini, kamu akan menemukan hal yang berbeda. Apa seorang kupu-kupu malam tak bisa hijrah dan menjadi lebih baik? Karena cinta, seseorang bisa berubah. Mengulik kisah yang tak biasa, tentang sebuah pengorbanan, keikhlasan, dan perubahan. Bagaimana jika seorang kupu-kupu malam menikah dengan seorang Gus? Apakah Santri harus dengan Santri pula? Apakah dalam pernikahan harus kafa'ah? Kamu akan menemukan jawabannya dan pertanyaan dari puncak hidup, ikhlas.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Sepertiga Malamku
  • GARASYA [END]
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM
  • MAS !
  • AIR (Ketika dua air yang berbeda arti disatukan atas nama cinta) KOMPLIT
  • Antara Cinta dan Takdir (On Going)
  • Leal
  • Redupnya Sinar Mentari
  • Dia dan Doa
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

More details
WpActionLinkContent Guidelines