Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 8, 2022
"Sudahi. Biarkan aku menjadi Bumi dan kau Matahari. Izinkan aku tuk bisa memandangmu, meski belum bisa membersamai. Ketahuilah ... doa senantiasa terpanjatkan agar kelak, Sang Kuasa menyatukan aku dan kamu dalam ridho-Nya. Meski tidak, aku percaya, Tuhan akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik." Apa yang kamu pikirkan saat mendengar angka dua? Diduakan? Mendua? Atau ... harus memilih salah satunya? Dalam kisah ini, kamu akan menemukan hal yang berbeda. Apa seorang kupu-kupu malam tak bisa hijrah dan menjadi lebih baik? Karena cinta, seseorang bisa berubah. Mengulik kisah yang tak biasa, tentang sebuah pengorbanan, keikhlasan, dan perubahan. Bagaimana jika seorang kupu-kupu malam menikah dengan seorang Gus? Apakah Santri harus dengan Santri pula? Apakah dalam pernikahan harus kafa'ah? Kamu akan menemukan jawabannya dan pertanyaan dari puncak hidup, ikhlas.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amor (New Version)
  • Dia dan Doa
  • Bidadari Senjaku
  • Bumi Kaffah [End]
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Leal
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • Di Sepertiga Malamku

Bagaimana rasa dicintai seorang Gus sedangkan hanya santriwati biasa? Semuanya akan menjadi tentang waktu dan rasa. "Bukankah jauh hari saya katakan untuk menungguku? Beri saya waktu untuk menjadikanmu satu-satunya wanita yang berjalan bersama saya menuju surga." "Aku bisa menunggumu sampai kapanpun kamu datang kembali padaku, tapi apakah kamu bisa meyakinkanku bahwa aku yang akan menjadi ratu di antara banyaknya bidadari surgamu, Gus?" "Lantas mengapa semua ini terjadi pada kita?" "Aku bukanlah wanita yang didambakan mereka, memang sudah semestinya ini semua terjadi." "Putuskan sekarang saja, memperbaiki atau mengakhiri?" Bungkam! Ia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana lagi kejadian yang sebenarnya kepada wanita yang dicintainya itu, sedangkan hal yang dituduhkan hanya fitnah belaka. Lantas, wanita itu apakah memilih meninggalkan dari pada memperbaiki? peringkat: #1 zauji #1 zaujati #1 santriwan #1 keikhlasan #1 pesantren #1 ketulusanhati #3 amor

More details
WpActionLinkContent Guidelines