Dear, Life

Dear, Life

  • WpView
    Reads 902
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 28, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
— Andai waktu dapat terulang kembali, bolehkah aku merubah pikiranku dan belajar untuk mencintaimu? Andai waktu dapat terulang kembali, maukah kau memaafkan semua kesalahanku dan kembali hadir di sisiku? — Hidup memang penuh kejutan. Baik dan buruk. Namun hari itu hari keberuntungan Sebastian West. Gadis yang ia sukai sejak ia duduk di bangku SMA akan bekerja di bangunan yang sama dengannya selama dua bulan. Sebastian tahu bahwa ia memiliki segala keberuntungan yang dapat ia bayangkan. Namun, apa yang ia tidak ketahui adalah bahwa ia harus merelakan sesuatu yang ia miliki dalam mendapatkan gadis impiannya. © elainesuwondo, 2015
All Rights Reserved
#170
lovelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Our Times (Completed)
  • FIZYA
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • S T E V E
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • The Kidnapper
  • I'm okay (END)
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines