BLOOD VAMPIRE [ON-GOING]

BLOOD VAMPIRE [ON-GOING]

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 8, 2022
BRAK!! Seseorang menjatuhkan benda ke lantai, suara itu terdengar dari arah balik pintu, aku mencoba melangkahkan kakiku perlahan untuk melihat siapa yang ada di balik pintu. "SIAPA KAU SIALAN!!" Ucapku kaget karena melihat seseorang yang tengah menguping pembicaraan kami, dia memegang benda tajam di sakunya. "Haha Amber Williamson rupanya kau masih sama, lihatlah dirimu." Seseorang muncul dari belakang sambil menyodorkan pisau ke arahku, "Mark, kau tidak bosan mengganggu ku?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY DESTINY (COMPLETED)
  • Switch Over
  • Dark+ Light
  • mafia obsession
  • Unwanted Story
  • BL-The Land Of Dawn
  • Slave? I'm the princess!
  • My Possesive Mate [lengkap] || Tahap Revisi
  • Luna Of The Wolves (Completed)
  • Alpha Mate

Kisah seorang gadis yang harus menerima kenyataan, bahwa dia adalah mate dari seorang Alpha kejam yang tidak ingin menerimanya _________________________________________ "Arrrrrggggghhhhhh" aku mendengar jeritan kencang gadis itu, aku melihat tubuhnya bersimbah darah karena perutnya tergores oleh kuku beracun Joseph yang sebenarnya di tujukan padaku. Tubuhku lemas seketika, aku ambruk di samping tubuhnya, kulihat matanya sayu namun masih terbuka. Aku menarik tubuhnya ke pangkuanku, tanpa sadar air mataku mengalir deras di pipiku. Jason mengerang kesakitan didalam kepalaku. "Tu-tuan tidak apa-apa? Tuan baik baik saja kan?" tanyanya lemah padaku sambil menyentuh pipiku menghapus air mata yang turun disitu. Tangannya terasa sangat dingin, darahnya terus keluar melalui perutnya yang terluka. Aku mengambil tangan mungilnya dari pipiku lalu mengecup telapaknya lama, air mataku tak mau berhenti menetes. "Mengapa kau mengkhawatirkanku disaat kau dalam keadaan seperti ini?" ucapku sambil terisak. "Tu-tuan kenapa menangis? Tuan kan membenciku? Aku tidak suka melihat tuan menangis, karena aku sssstttt aku me-mencintai tuan" ucapnya sambil menahan sakit, aku yang mendengar itu merasa tercabik cabik di dalam hatiku. 'Dia mencintaiku' aku senang mendengarnya namun..... "Aaaaarrrgggggghhhhhh" Ps : Maafkan author kalau cerita ini kurang menarik, dan terus beri kritik dan saran buat author biar kedepannya bisa membuat novel yang lebih bagus lagi, see you soon. Publish : Minggu, 26 Nov 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines