LENTERA
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 21, 2025
Prequel of DETAK (Kita yang pernah ada) Bagian 1 : Kita dan kenangan. Bicara mengenai kenangan, aku pernah punya seseorang yang berarti, seseorang yang pernah ada di semesta ini. Awalnya dia cuma orang aneh yang tiba-tiba hadir dalam hidupku. Tapi ternyata kehadirannya itu bawa banyak sekali bahagia. Karena dia, bahagia itu datang dan karena dia juga bahagia itu pergi. Aku yakin kalian pasti tau orang yang aku maksud. Karena kisah ini sepenuhnya tentang dia; si orang aneh, laki-laki yang penuh dengan rahasia, dan sekaligus si pemilik senyum paling hangat. Dia adalah kebahagiaan serta luka yang senantiasa aku terima. Dia adalah Adhiyaksa Lentera Yuditama.
All Rights Reserved
#18
tamara
WpChevronRight
Series

Detak Universe

  • DETAK (Kita Yang Pernah Ada) ✔
    27 parts
  • 3 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • BAHAGIA ITU LUKA KU
  • Aletta Inara [SUDAH TERBIT]
  • LAKSADEKA
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • SEMESTAKU

Saat rumah tak lagi terasa aman, justru seseorang yang tak pernah benar-benar kita miliki bisa jadi tempat pulang paling hangat. Masih Ada Kamu di Setiap Luka. Mengisahkan Nadira dan Arka-dua jiwa yang bertemu di masa sekolah, saling menemukan kenyamanan di tengah luka yang tak selalu terlihat. Di balik tawa yang disembunyikan dan keluarga yang mulai retak, Arka hadir tanpa banyak janji, tapi justru menjadi tenang yang selalu Nadira cari. Namun, tidak semua cinta ditakdirkan untuk tinggal. Ada yang cukup datang sebentar, lalu pergi, meninggalkan bekas yang justru membuat kita tumbuh. Ini bukan sekadar kisah cinta pertama atau patah hati. Ini adalah cerita tentang bertahan. Tentang mengikhlaskan tanpa membenci. Tentang memilih bahagia, meski dengan luka yang masih menetap. Untuk siapa pun yang pernah mencintai diam-diam, kehilangan tanpa sempat memiliki, dan belajar bahagia dengan cara yang baru-kisah ini untukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines